Sabtu, 27 Desember 2008

Kota Medan Kehilangan Jati Diri

Saturday, 27 December 2008

MEDAN(SINDO) – Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai kehilangan jati diri. Beragam kasus dan permasalahan tak pernah selesai hingga tutup akhir 2008 ini.


Kesimpulan itu muncul dalam diskusi panel refleksi akhir 2008 dan proyeksi 2009 dengan tema “Ketika Medan Mencari Jati Diri”yang diadakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Medan di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik (FISIP),UniversitasSumatera Utara (USU),kemarin.


Pengamat politik dari USU Warjio menyatakan,beragam permasalahan yang muncul dan tidak pernah tuntas diselesaikan menjadikan Kota Medan kehilangan jati diri. “Kami sedang kehilangan jati diri. Sudah menjadi tugas bersama mengembalikan jati diri Kota Medan dengan slogannya, ’’Ini Medan, Bung’’. Bukan slogan, ’’Ini Baru Medan’’,”papar Warjio ketika menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

Warjio menilai ada kecenderungan perubahan budaya politik yang dimiliki masyarakat Medan yang cukup mengkhawatirkan. Tren angka golput (tidak memilih) yang semakin tinggi dalam pilkada menunjukkan masyarakat semakin apatis dan jenuh. Apalagi,hasil Pilkada Wali Kota Medan 2005 yang sebelumnya disambut antusias ternyata meninggalkan luka bagi masyarakat.Sebab,duapucuk pemimpin sekaligus ternyata harus terjerat kasus hukum.

“Pilkada Wali Kota Medan 2005 harus dijadikan pelajaran penting bagi kita untuk tidak mengulanginya lagi. Hal itu agar Medan mendapatkan kembali jati dirinya,” papar staf pengajar Ilmu Politik Fisip, USU,itu. Anggota DPRD Medan dari Partai Bulan Bintang (PBR) Yasni Rahmi mengakui persoalan paling krusial yang terjadi di Medan terutama mengenai tidak adanya rencana tata ruang kota.

Karena itu, banyak bangunan yang tidak sesuai peruntukannya dari segi kewilayahan. Namun, menjadi sebuah dilematis bagi Pemko Medan ketika ingin menertibkannya.

Sementara itu,Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut Chaidir Ritonga menilai terbengkalainya pembangunan Kota Medan bukan sepenuhnya kesalahanPemkoMedan, melainkan karena komponen penunjang, terutama infrastruktur. “Seperti infrastruktur listrik dan fasilitas bandara yang belum memadai,”tandasnya. (m rinaldi khair)

Jumat, 19 Desember 2008

Ini suatu cerita yang indah :

MENGAPA KITA MEMBACA AL’QURAN


oleh
ISFAN DAHRIYAN NASUTION

Presidium KAHMI Medan


Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di
meja makan di dapurnya.

Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur'An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur'An?


Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata , " Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air."


Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong , maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.
Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember air ; aku hanya mau satu keranjang air.


Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?"

Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda.. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. "

Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'An.. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .

Sebarkanlah cerita ini.

Sabda Nabi Muhammad( SAW) :
" Bagi siapa saja yang membawa kebaikan maka akan mendapat ganjaran yang sama "

Selasa, 16 Desember 2008

JAMINAN HUKUM TINGKATKAN EKONOMI DI PELABUHAN BELUM OPTIMAL

Medan Bisnis, Selasa, 16-12-2008
*nana miranti

Jaminan hukum di pelabuhan sebagai salah satu tempat yang memiliki peran yang sangat strategis terhadap pertumbuhan dan pendapatan nasional untuk meningkatkan pembangunan ekonomi bangsa belum dilaksanakan secara optimal.

“Peran hukum dalam pembinaan dan pengembangan usaha-usaha di pelabuhan Indonesia, belum dilaksanakan secara optimal dalam menciptakan stabilitas dan keadilan bagi pengembangan usaha di pelabuhan, terutama untuk usaha jasa bongkar muat,” kata Hasnil Basri Siregar, dalam pidato pengukuhan guru besar tetap dalam bidang ilmu hukum dagang pada Fakultas hukum Universitas Sumatera Utara (USU), di Gelanggang Mahasiswa Kampus USU Padang Bulan Medan, Sabtu (13/12).
Menurut Hasnil, usaha jasa bongkar muat di pelabuhan belum disertakan dengan hukum yang optimal. Karena memang undang-undang dan kepastian hukumnya belum jelas. Padahal, pelabuhan dengan usaha jasa bongkar muat merupakan tempat yang memainkan peran sangat strategis dalam kebijakan ekonomi yang mengandalkan surplus perdagangan luar negeri (ekspor) dari sektor non migas. “Sasaran pengelolaan pelabuhan seperti peningkatan efisiensi dan produktivitas akan sulit tercapai, jika tidak ada regulasi yang diatur dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Dikatakan Hasnil, iklim usaha di pelabuhan akan menjadi kurang menarik jika unit usaha bongkar muat mengalami kendala karena kurang mendukungnya piranti hukum dalam pelaksanaannya. Memang permasalahannya bukan dari segi kuantitas dari piranti hukum tersebut, tapi lebih kepada kualitas pelaksanaannya.
“Posisi dan keberadaan perusahaan bongkar muat yang berjumlah hampir 800 perusahaan, dengan 14.000 karyawan makin terpojok karena tidak adanya kepastian hukum pelabuhan,” katanya.
Dipaparkannya, permasalahan kualitas tersebut, antara lain seringnya dibuat peraturan yang silih berganti dengan membawa sejumlah persyaratan dan kondisi yang berubah-rubah, sehingga mengaburkan stabilitas dan prediksi dari unit usaha bongkar muat.
“Perubahan aturan hukum di pelabuhan, membuat para pelaku usaha sulit memahami arah pembangunan dan membuat bisnis plan di sektor usaha pelabuhan,” ujarnya.
Belum lagi, banyaknya piranti hukum dipelabuhan yang dibuat tidak singkron atau saling tumpang tindih, baik secara vertikal maupun horizontal. Seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70/1996 yang menyatakan bahwa perusahaan bongkar muat memiliki posisi yang sejajar dengan penyelengara pelabuhan, dinyatakan cacat. Karena tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21/1992, yang telah mengatur fungsi masing-masing pihak yang terlibat dalam usaha di pelabuhan.
“Seringnya terjadi ketidaksingkronan ini, karena pola pembinaan dan pengembangan usaha dipelabuhan bersifat sangat prakmatis dan cenderung berubah-rubah. Ini membuktikan bahwa tidak ada pola yang jelas dalam menentukan arah pengembangan usaha dipelabuhan,” terangnya.
Akibat dari peran hukum yang belum optimal untuk menciptakan keadilan di dunia usaha pelabuhan Indonesia adalah, tumbuhlah monopoli usaha oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Padahal di UU Nomor 5/1999 telah dijelaskan bahwa dilarang memonopoli dan melakukan persaingan usaha yang tidak sehat di Indonesia.
Untuk itu, ujar Hasnil, agar pelaksanaan peraturan dan perundang-undangan pelabuhan yang telah ada dapat dijalankan secara berkualitas, perlu adanya pendekatan partisipasi, dengan melibatkan semua pihak, termasuk stakeholder dalam perumusan setiap kebijakan. Serta adanya penyusunan peraturan pemerintah kembali tentang pembagian wewenang dari masing-masing fungsi yang berperan di pelabuhan sesuai dengan UU Pelayaran terbaru nomor 17/2008.

Sabtu, 13 Desember 2008

SELAMAT DAN SUKSES


MD KAHMI MEDAN MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES ATAS
PENGUKUHAN KAKANDA PROF. H. HASNIL BASRI SIREGAR, SH
SEBAGAI GURU BESAR TETAP PADA FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
SABTU/13 DESEMBER 2008
DI GELANGGANG MAHASISWA KAMPUS USU MEDAN

Jumat, 12 Desember 2008

UCAPAN DUKA CITA ATAS
MENINGGALNYA
KAKANDA IR. HUSNI SYAHRUL



MD KAHMI MEDAN MENGUCAPKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA KKD IR. HUSNI SYAHRUL, MANTAN KETUA KAHMI MD SIMALUNGUN TADI SIANG/JUMAT,12 DESEMBER 08 JAM 11.30 WIB.
RUMAH DUKA KOMPLEKS PONDOK SURYA MEDAN.

Selasa, 09 Desember 2008

KAHMI MEDAN:
PEMOTONGAN HEWAN QURBAN
DI LUAR KOTA MEDAN


Dalam rangka menyambut Idul Adha 1429 H, Senin 8 Desember 2008 Majelis Daerah Kahmi Medan mengadakan pemotongan hewan qurban di mesjid Hayyunmaqshud Dusun III Desa Lau Serini Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang. Jumlah Hewan yang diqurbankan sebanyak 2 ekor lembu dan 2 ekor kambing.

Rombongan MD KAHMI Medan diterima oleh Muhtar Sinulingga pimpinan pengajian Arih Ersada sekaligus kenaziran mesjid Hayyunmaqshud didampingi oleh penasehat pengajian Arih Ersada, Ngawang Sinulingga.
Acara tersebut dihadiri masyarakat Desa Lau Serini dan sekitarnya serta masyarakat Desa Bangun Tani yang juga binaan pengajian Arih Ersada.

Drs. Abd Karim Nasution, Ketua LAZIS (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah) KAHMI Medan sebagai Koordinator Pelaksana dalam Kata Sambutannya mengatakan bahwa MD KAHMI Medan melaksanakan pemotongan hewan qurban ini berkat partisipasi para alumni HMI baik itu yang berada di kota Medan maupun berasal Jakarta.

Jumlah hewan yang diqurbankan oleh MD KAHMI Medan tahun ini adalah sebanyak 2 ekor lembu dan 4 ekor kambing, dengan rincian 2 ekor lembu diserahkan kepada mesjid Hayyunmaqshud Dusun III Desa Lau Serini Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, 2 ekor kambing diserahkan kepada Badko HMI Sumut dan 2 ekor kambing lagi kepada Panti Asuhan Bani Adam yang berada di Kelurahan Mabar Medan.

Program pemotongan qurban ini dilakukan di daerah luar kota Medan setelah melalui proses kajian mendalam dari KAHMI Medan bahwa beberapa daerah yang sungguh membutuhkannya. Pada kali ini KAHMI Medan memutuskan pusat kegiatan diadakan di Mesjhid Hayyunmaqshud Dusun III Desa Lau Serini, sebagai daerah binaan Perkumpulan Permata Insani Medan. KAHMI Medan di masa mendatang agar para alumni HMI dapat menyalurkan hewan qurban untuk selanjutnya kita tebar keluar daerah, demikianSyahruzalYusuf,SH Presidiuum KAHMI Medan.

Sementara itu menurut Muktar Sinulingga bahwa di daerah tersebut memang banyak kaum duafa dan mualaf. Jadi kami sangat berterimakasih sekali atas perhatian KAHMI Medan dalam pemotongan qurban di daerah kami.

Rombongan MD KAHMI Medan dipimpin oleh Syahruzal Yusuf, SH salah satu Presidium KAHMI Medan. Turut serta Ketua Dewan Penasehat MD KAHMI Medan H. Zainuddin Tanjung, Sekretaris Umum MD KAHMI Medan Ir.Irwan Bahri, unsur Pengurus Irwansyah Djali SE, Ir.Evi Hadriany, Fenti Iska SH,MKN, Nuzuliati SE, Dra. Sugiarti dan Ir. Yeni Siregar. Turut hadir Presidium Forhati KAHMI Sumut Dra Nilam Sari Harahap, Dra. Afni Tambunan,MSi (Ketua Perkumpulan Permata Insani) dan Dra. Bidasari Daulay. Menambah suasana gembira masing-masing Pengurus KAHMI Medan membawa anak-anak dan keluarga melebur dengan warga desa.(IB)

Senin, 08 Desember 2008






SHALAT IDUL ADHA DI TOKYO

Dilaporkan oleh Murlan Tamba (Presidium KAHMI Medan) dari Tokyo

Sangat berbeda suasana malam takbir di tanah air dengan apa yang terjadi Tokyo. Jika di tanah air takbir membahana, kota Tokyo sama sekali tidak terlihat tanda bahwa besok adalah 10 Zulhijah hari besar Islam yakni Idul Adha. Saya bertakbir sendiri di kamar hotel, terasa ada getaran hati dan gerak mata yang berubah, ketika mendengar takbir sendiri. Terbayang suasana Ied di lingkungan keluarga.

Alhamdulilah di sela kesusahan mencari lokasi Shalat Ied yang diadakan di Sport Hall Sekolah Republik Indonesia- KBRI di Tokyo, kami ketemu dgn warga Indonesia yg juga sama menuju tempat dilaksanakannya shalat Ied diadakan. Mereka adalah kaummuda yang energetik bekerja di perusahaan oil & gas di Yokohama, salah seorang namanya Didi, alumni Guna Dharma Jakarta, anak Jakarta asal Sumbar. Menurut penuturannya ada 30 orang yg bekerja di sana. Para kaum muda ini setelah shalat tengah hari masuk kerja kembali, sebab izin hanya setengah hari.

Harga kurban beraneka kambing ada 2 versi. Qurban diserahkan ke Indonesia di berbagai daerah termasuk disalurkan ke Rumah Zakat, ke beberapa mesjid di berbagai daerah di tanah air.

Pelaksanaan shalat jam 09.00 pagi atau 07.00 WIB. Sekolah Republik Indonesia Tokyo, 4-6-6 Meguro Tokyo. Bertindah sebagai khatib dan imam Amien Sumanjaya dari Jakarta. Dalam khutbahnya beliau mengupas tentang keberadaan Nabi Ibrahim. Hikmah dari Ibrahim beliau teguh pendirian. Ibrahim adalah imam taqwa. Padang arafah adalah padang perkenalan. Kita hrus memperhatikan guru yang belum mampu di tanah air. Allah SWT mentaqdirkan bangsa Indonesia jumlah muslim terbanyak di Indonesia. Umat Islam adalah pemersatu di indonesia, telah dipraktek dari ayat bahwa umat islam itu bersaudara.

Setelah shalat Ied selesai diadakan silaturrahim sesama jamaah keluarga Indonesia di Jepang dengan Dubes RI untuk Jepang Bapak Dr. H. Jusuf Anwar, SH, MA, mantan Menteri Keuangan RI. Suasana semakin menarik setelah shalat Ied di pelataran tersedia berbagai makanan seperti bakso, sate, nasi kari dan lain-lain. Bakso memang harganya mahal bila dibanding dengan di Medan, satu mangkok harganya 500 Y atau setara dengan Rp. 60.000, tapi lezat sekali panas-panas terasa sungguh pas dengan cuaca yang dingin.

Sabtu, 06 Desember 2008

REFLEKSI AKHIR TAHUN KAHMI MEDAN

Direncanakan dalam waktu dekat MD KAHMI Medan akan mengadakan Refleksi Akhir Tahun dengan berbagai topik antara lain tentang hukum, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial selama 2 hari penuh tentatif pada tanggal 20 s/d 23 Desember 2008 mendatang. Sebagai task force untuk acara tersebut yaitu Sugih Permono, Dadang Dermawan, Zahirsyah, dan Ferdiansyah. Kegiatan Refleksi Akhir Tahun yaitu dengan melakukan kajian mendalam tentang apa yang terjadi dalam satu tahun pada tataran wilayah kota Medan dengan melibatkan stakeholder dengan nara sumber dari kalangan Perguruan Tinggi, DPRD, dan praktisi.

Kamis, 04 Desember 2008

RENCANA PENGUKUHAN

PROF. H. HASNIL BASRI SIREGAR, SH

Pada hari Sabtu/13 Desember 2008 di Gelanggang Mahasiswa Kampus USU KKd Hasnil Basri Siregar, SH, Ketua Penasehat MW KAHMI Sumut akan dikukuhkan menjadi Gurus Besar Tetap pada Universitas Sumatera Utara. Seluruh warga HMI dan KAHMI Sumatera Utara mengucapkan Selamat dan Sukses Bang.

Rabu, 03 Desember 2008

UNDANGAN

KAHMI Sumut mengundang Kkd/Sdr/i hadir pada acara PERESMIAN KAHMI SUMUT CENTRE pada hari Sabtu/6 Desember 2008 jam 14.00 – 17.00 bertempat di Jl. RINGROAD PASAR III NO 11 TANJUNG SARI yang dihadiri oleh Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. Noer Sutrisno. Ceramah ilmiah oleh Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis, MA

Selasa, 02 Desember 2008


http://www.sustainablefootprint.org/en/cms/gebruikerscherm.asp?itemId=360

Apa yang telah kamu makan saat sarapan?

Top of Form

This is the same as the case; What did you eat for breakfast?

Yuliana sedang sarapan, dan tiba-tiba dia berpikir mengenai makanannya.
Yuliana is eating her breakfast, and suddenly starts thinking about her food.

Dari mana asalnya?
Where does it come from?


Siapa yang menanam?
Who has been growing it?

Seberapa jauh dia menempuh perjalanan untuk sampai ke rumahnya?
How far has it travelled to come to her house?

Saat dia sampai di sekolah setengah jam kemudian, dia mulai berdiskusi dengan rekan2nya mengenai pertanyaan tsb.
When she arrives at school half an hour later she starts talking with her friends about these questions.

Saat gurunya mendengar masalah tersebut, dia setuju untuk menghabiskan beberapa jam pelajaran untuk materi mengenai makanan.
When their teacher hears this, she finds it a good idea to spend some lessons on food.

Mereka memutuskan untuk berkonsentrasi pada segala sesuatu yang berkaitan dengan apa yang mereka makan saat sarapan tadi, akan tetapi hal tersebut akan sangat rumit.
They decide to concentrate on the things they eat for breakfast, otherwise it will be too complicated.


Kamu dapat melanjutkan dengan mengisi sebuah rencana kerja.
You will continue by filling in a working plan

Kamu dapat memulai dengan menjawab beberapa pertanyaan pribadi:
You could start with answering some questions individually:


a. Apa saja yang kamu makan saat sarapan?
a. What kind of food do you eat at breakfast?


b. Dari bahan makanan apa saja sarapanmu dibuat?
b. What is the food material to make the breakfast?


c. Dimana bahan makanan itu dihasilkan?
c. Where has the food material been produced?

Pertanyaan dibawah ini dapat dijadikan Pekerjaan rumah untuk siswa:
This could be used as homework for students:


Cari dimanakah bahan makanan tersebut dihasilkan (lihat di kemasan, tanyalah pada arangtuamu, atau tanyakan pada penjaga toko/si penjual, dll)
Find out where the food has been produced (look for texts at the package, ask parents, ask shopkeepers etc)

d.Buatlah peta yg bias menggambarkan rute distribusi bahan makanan yang kamu konsumsi. Gunakan peta lokal atau peta dunia.
d. Make a map to draw the distribution route of food material consumed by students. Use a world map- or a local map

e. Diskusikan mengenai pertanyaan : bagaimana keberlanjutan konsumsi makananmu?
e. Discuss about the question how sustainable your food consumption is.

f. Diskusikan jenis bahan makanan yang mana yang paling berkelanjutan (pikirkan mengenai kesehatanmu, cara memproduksinya, dan penggunaan energy untuk tranportasinya)
f. Discuss the kind of food material that is really sustainable (think of your own health, of the production, of the energy used to transport it)
g. Rancanglah rencana kerja
g. Set up action plan.

Di website mengenai makanan, andan dapat mencari informasi yang berguna untuk kasus ini.
On the websites about food you can find more useful info about this case.

Jika anda mencarinya dari halaman yang berbeda, sangat berguna untuk mengisi the Internet log
If you are surfing the web for different pages, it is useful to fill in the internet log



JANGAN MENGELUH DAN BERSABARLAH
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani ar-Rabbani qs
Fenton, Michigan USA, Selasa, September 16, 2008

kiriman Evie H


Bismillahir Rohmaanir Rohim

Saat ini jika kamu menganggap bahwa dirimu adalah seorang murid, dari Mawlana Shaykh Nazim qs, atau murid dari tariqah lain,dia harus tahu bahwa mengeluh atau keberatan pada ketetapan atau kehendak Allah swt,apapun yg Allah kirimkan untuknya, apapun yang Allah telah tuliskan dan kami melihat itu dari Nuzul al-Aqdaar, dari manifestasi apapun yang Allah miliki, dengan Kebijaksanaan- Nya – diciptakan dan dikirimkan kepada kalian.

Sebagai contoh jika kalian terkena bencana angin topan, atau kalian memiliki masalah atau kesulitan yang sangat berat, maka apapun yang kalian hadapi dalam kehidupan kalian, jika kalian menganggap bahwa diri kalian seorang murid, kalian jangan keberatan, jangan berkata, “Kenapa” lima la” kenapa dan "Kenapa tidak begini Ya Allah?" Kenapa begini dan kenapa begitu, kenapa terjadi pada saya dan bukan yang lainnya.

Grandshaykh Abdullah almarhum biasa selalu menegaskan bahwa tidak ada "lima la" dalam tariqah . Tidak ada kata-kata "kenapa" dan tidak ada “kenapa tidak” Ini adalah pendapatmu. Dan jika kalian memasuki jalan Tariqah, Jalan Sufi maka pendapatmu hanya untuk dirimu sendiri. Jangan membiarkan Ego kalian mengeluarkan pendapatnya sendiri, dan tidak akan pernah sama pendapat Ego dgn pendapat Shaykh kalian. Selalu akan bertentangan.

Dan Grandshaykh Abdullah qs berkata,”Selama kalian ada di tariqah, kalian jangan merasa keberatan, dan kejadian-kejadian itu sudah ditetapkan.” Seperti halnya sebuah alarm dalam jam, kalian mengaturnya pada jam tertentu dan kemudian pada jam yang ditentukan tiba, maka alarm itu berbunyi. Begitu juga setiap kejadian telah ditetapkan dalam kehidupan kalian, dan ketika kalian keberatan dan hatimu keberatan, kemudian kalian tidak peduli maka kalian jatuh pada lubang yang dalam, jurang yang dalam.

Pertama adalah keberatan akan kehendak Allah yang akan terjadi padamu. Keberatan pertama ini, awalnya yaitu ketika kalian keberatan akan pemahaman agama, ini akan segera menandakan dari Maut ad-Deen – Kematian akan keyakinanmu, maka dengan segera kalian menghancurkan keyakinanmu. Kalian tahu syariah, dalam agama ada 3 level: Pertama adalah Lima Pilar Rukun Islam, Kedua adalah Rukum Iman; dan Ketiga adalah level yang tertinggi yaitu Maqam al–Ihsan.

Jadi ketika kalian keberatan atas apa yang Allah telah kirimkan padamu maka kamu membunuh agamamu dan itulah tanda dari kematian agamamu, dan itu membunuh agamamu. Karena dalam tariqah tidak ada “mengapa ?” dan tidak ada “Mengapa tidak?”; tidak ada “la lima la.”

Kalian ingin membuat suatu keputusan dan kalian ingin memberikan suatu jalan pada sebuah keberatan pada apa yang Allah dan Nabi-Nya inginkan. Jika kalian lihat tanda itu Mawt ad-Deen, Kematian dari Keyakinanmu, maka keberatan kalian ini kemudian akan menuntunmu menuju mawt ad-deen dan itu menyebabkan kematian dari keyakinan akan keMaha Esa-an Nya.

Hal itu artinya kalian menempatkan diri kalian berada sejajar dengan Tuhan kalian: “Kalian berkata ini dan aku berkata itu; apa yang kukatakan lebih baik dari apa yang kalian katakan.” Lalu apa yg terjadi? Kalian berusaha membuat suatu kemitraan. Kalian berusaha membuat identitas diri kalian didalam Kehadirat Allah. Disitu tidak ada identitas diri dikehadirat Allah, yang ada hanya Laa ilaha illa-Allah Muhammadun Rasulullah.

Lalu apa yang terjadi kemudian? Dengan Tawhid kalian?, melihat tanda ke-Esa an dalam segalanya; lalu jika agama telah mati tentu saja Tawheed akan hilang. Jadi ketika kalian berkata,"Kenapa" , "lima la", maka tawhid kalian akan mati.

Jadi apa yang ingin kalian katakan,"Kenapa" . Khususnya kamu, selalu berkata lima la. Semua dari kita. Kita tidak mengatakannya dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan kita : "Kenapa".

Seperti juga mereka yang sakit dan memiliki dua kutub kepribadian, atau menderita schizophrenia- kenapa mereka sakit, apakah kalian tahu? Seperti halnya jika ada seseorang yg duduk ditelingamu, jin kecil, kalian tahu, sekarang mereka menjualnya dipasaran mereka duduk di telinga dan mengirimkan pesan : “Kamulah yang terhebat, kamulah yang terbaik!” “lakukan ini! Lakukan itu! Ini adalah sifat dari ego. kalian tidak mendengar pada apa yang dia katakan padamu. Mereka mungkin mengatakan padamu “Embanlah mimbar ini” dan lemparkan. Lalu apa yang mereka lakukan? mereka membawa mimbar itu dan melemparkannya.

Subhanallah, jin itu memberikan energi pada kalian. Shaytan memberikan energi; lalu orang itu mengangkat meja itu dan melemparkannya. Hal itu kadang datang dengan jin, atau tidak perlu dengan jin. Karena kalian mendengar perintah-perintah itu datang. Tergantung, seperti ketika kalian memiliki radio di dalam mobil, maka kalian ingin mendengar berita, kemudian kalian ingin mendengarkan chanel yang lainnya, lalu kalianpun memindahkan saluran yang lainnya lagi.

Jadi mereka yang memiliki dua kutub kepribadian, maka mereka seperti menghidupkan satu saluran radio, dan dapat mendengar dan mengambil sesuatu, lalu mereka berpaling pada perintah lain yang datang. Dan banyak dari kita yang memiliki dua kutub kepribadian. Jangan pernah berfikir kita telah mencapai tingkatan yang tinggi. Kita ini apa? Bipolar. Kita telah memalingkan pendengaran kita pada tempat-tempat yang menjadikan kita selalu banyak mengeluh pada apapun juga.

Jadi ketika agama mati dan terjadi atas dirimu maka kalian tidak dapat meyakini Tawhid, lalu kalian berfikir bahwa kalian adalah yang terbaik, tetapi sebenarnya kalian melakukan tawhid pada diri kalian sendiri, bukan kepada Allah swt.

Jadi ketika tawhid mati lalu kalian berakhir dengan Mawt at-Tawakkal, Kematian Ketawakalan kalian. Mati dengan tidak bersandar pada Allah. Kalian tidak lagi bersandar pada Allah, kalian hanya bersandar pada diri kalian sendiri. Itulah sebabnya 'tunafis amru nafsika' – Kalian hanya mengerjakan 'Apa yang ego kalian minta dari kalian".

Jadi pelajaran pertama bagi kita adalah ‘Jangan keberatan’ - la ta`tarid."
"al-`itiraad marfud – Jangan Mengeluh, Jangan menolak dan menolak." Bila Kalian mengeluh, maka kalian akan berakhir dengan membunuh agama kalian, membunuh Maqam at-Tawhid dan membunuh Maqam at-Tawakkal dan membunuh ketulusan yang ada dalam dirimu. Kalian tidak akan lagi tulus, ketulusan itu tidak akan menolak tapi menerima.

Hati orang yang beriman, mereka tidak pernah mengeluh, dia tidak akan pernah tahu dan dia tidak akan membiarkan keluhan itu memasuki hatinya, dan setiap saat dalam hidupnya, segalanya dikatakannya, “Ya”. Semuanya dijalaninya dan segalanya dikatakannya “ Allah memiliki kibijaksanaan atas ini” dan dia tidak akan mengatakan apapun.

Kalian harus tahu, Wahai murid-murid dalam tariqah atau perwakilan dari tariqah atau apapun kamu yang berada di jalan tariqah, dijalan sufi, bahwa ke akuan dan ego yang ada dalam diri kita selalu berperang melawan dirimu, munaza`a. Sebuah kompetisi, berusaha untuk mengambil apa yang harus diambil untuk dirinya sendiri.

Ego tidak akan membiarkanmu untuk dapat menerima atau patuh.Jadi kalian harus berjuang melawan diri kalian sendiri. Jangan biarkan Ego berperan atas dirimu. Jika kalian ingin memperbaikinya, maka perbaikilah diri kalian..tapi bagaimana? Dengan mujahadah. Berusahalah untuk tidak selalu mendengarkan keluhan ego itu. Tetaplah dengarkan apa yang Allah inginkan darimu. Jangan dengarkan jin kecil yang membisikanmu untuk melakukan ini dan itu. Inilah bisikan gosip setan yang datang ketelinga kalian.

Jika kalian memiliki ego yang besar dan setan yang besar, maka bisikan Ego makin besar. Jika kalian memiliki ego yang kecil, lalu kalian akan memiliki jin yg kecil. Jika kalian tidak berjuang terus dengan Egomu setiap saat, maka kalian tidak aka selamat dari kejahatan setan.

"Kulluha sharrun bi sharr". Jangan percaya pada, “Seluruh kejahatan yang ada dalam kejahatan.” Ego kalian adalah seluruh kejahatan yang ada dalam kejahatan. Karena tidak ada celah kecil bagi kebaikan didalamnya. Ketika kalian mulai untuk memotongnya, melawannya, melawannya, memotongnya, dan perjuangan kalian dengannya semakin berkurang, kalian menyemirnya, menyemirnya hingga nafus kalian menjadi nafs al-mutma’inna – menjadi "Jiwa yang Tenang". Itu tandanya Hati menjadi Hidup, dan kalian menjadi muda kembali dan mulai mendengarkan apa-apa yang Allah katakan.

Jin yang kecil tadi jika kalian berperang melawannya, maka dia akan kabur dan tidak akan duduk lagi ditelingamu. Jadi kita memiliki jin yang kecil ataupun jin yg besar. Jangan katakan jin yg kecil pada Egomu.Jangan! Semua jin itu adalah besar, ego kalian demikian besar, "kulluha sharrun fee sharr". Itu sangat besar, dan kesemua dari itu adalah kejahatan dalam kejahatan. Tidak ada jin yang kecil,semua jin itu sangat besar. Semua ego kalian adalah besar.

Ketika kalian berjuang dan mengendalikannya, dan mungkin orang akan berkata. “ Bagaimana aku mengendalikan egoku?” kemudian dia memberitahukanmu bagaimana cara mengendalikannya; yaitu jangan mengeluh.
Jadi apapun keluhan yang datang kehatimu, “ untuk mengeluhkan ini melakukan ini dan si anu melakukan itu. Jika kamu tidak diam, dengan menerima dan pasrah, dengan pasrah dan jangan mengeluh, lalu kesemua itu akan mengendalikan Egomu. Jika kalian membiarkannya terlepas, maka kalian seperti tidak bisa memegang kendali seekor kuda, dan akhirnya kuda itu akan menjadi liar, dan kalian akan terjatuh.

Setiap melakukan kesalahan, maka kalian akan jatuh. Lalu apa yang terjadi jika kalian menyemir hati kalian dengan baik? Maka egomu akan jatuh dan kalian akan tahu bahwa didalam ego tidak ada keuntungan yang dapat kalian raih. Jadi nafsu kalian adalah lilinnya setan dalam dirimu. Lalu kalian meniup cahaya lilin itu, meniupnya sampai tak ada lagi api, lalu..kalian akan mencapai tingkatan Nafs al-Mardiyya, Ya ayyuhana Nafsul Mutmainna.
Berpalinglah kepada Tuhanmu dan kalian akan diterima dan menggapai ketenangan. Dan Allah akan puas denganmu.

Kemudian Allah akan membukamu didunia lalu maqam terbuka kembali dan mengembalikan Ego ketempatnya berasal. “Wahai jiwa yang tenag” – kamu terhubung dengan realitas dan kemudian kamu terhubung dengan Allah. Itulah mengapa Awliyaullah terhubung dengan realitas mereka, karena kamu akan dengan mudah dapat terhubung.

Hari ini mereka berkata, kami terhubung satu sama lain melalui group sms. Apa itu? Group pesan text sms. Kirim satu sms kebanyak orang. Kalian mengirim satu sms yang akan menggapai setiap orang dalam kelompok tersebut.
Dan bahkan sekarang mereka terhubung dengan fasilitas facebook didalam internet. Apa yang mereka lakukan? “Sebuah Jaringan social” yang tersebar keseluruh dunia. Kalian tidak tahu siapa teman siapa, tetapi efek domino dalam jaringan sosial ini seperti pesan keseluruh dunia.

Jika hal itu dapat terjadi, apakah Awliyaullah tidak dapat menghubungkan segala sesuatu yang rahasia? Pada mereka yang tidak lagi merupakan rahasia, Awliyaullah dapat melihatmu dimana saja. Jadi apakah kita inginkan itu atau inginkan facebook? Apakah kau menaruh photomu di facebook? Saya melihat photo Ali. Dia mengirimkannya keseorang teman,yang kemudian mengirimkannya ketemannya lalu ketemannya lagi. Sekarang photo Ali ada dimana-mana. Sekarang ketika kamu lakukan itu, itu adalah Maqam al-Wilayah, level kewalian, dan ketika kamu mengembalikan pada asalnya itu akan menjadi bersih dan tidak akan tergantung pada siapapun atau pada makhluk yang Allah ciptakan, dan hanya tergantung pada Allah.

Pada saat itu kamu dapat memberikan sebuah nama setelah nama Sayyidina Ibrahim as, sebagai Ayah dari semua ruh yang telah tersucikan dan hanya bergantung semata-mata kepada Allah. Ketika Nabi Ibrahim as berjuang dan Namrud melemparkannya kedalam api – Sayyidina Ibrahim as adalah ayah dari para nabi,dia tidak bisa keluar dari api? Tetapi Allah menunjukan kepada kita jika Nabi Ibrahim as dapat berjalan keluar maka dia berjalan dengan Egonya.Tetapi dengan kepasrahannya untuk duduk ditempat didalam api, maka Nabi Ibrahim berpikir, jika dia selamat maka akan selamat, tetapi jika tidak “kamu datang padaKu" kata Allah swt.

Lalu apa yang terjadi padanya? Nabi Ibrahin as begitu damai – "saakinah". Tetap tidak bergerak, tidak seperti ikan keluar dari lautan. Hatinya tetap pada tingkatan Mencintai Allah dan Kehadirat keilahiahan- Nya.

Awliyaullah berkata tidak ada satu makhlukpun yang Allah ciptakan yang tidak mendatangi Nabi Ibrahim as dan menawarkan bantuan padanya. Seluruh makhluk yang dapat kalian bayangkan diseluruh alam raya ini, seluruh ciptaan-Nya. Mereka mendatangi Nabi Ibrahim as satu persatu, yang Allah telah kirimkan padanya, satu menit baginya adalah satu tahun, ada yang dua tahun, 10 tahun, 100 tahun. Namun Dimata Namrud itu cuma satu menit, tapi bagi nabi Ibrahim as itu adalah waktu baginya untuk didatangi oleh seluruh makhluk dan menawarkan bantuan untuk menyelamatkannya dari api, mereka tidak menunda untuk mendatangi Nabi Ibrahim as.

Jin,manusia, malaikat, kepala malaikat, semua ciptaan diatas bumi ini, bahkan planet, mereka mendatanginya dan berkata, “Kami akan menghancurkan Namrud untukmu. Terimalah!”

Apa Jawaban Nabi Ibrahim as. `ilmahu bi haalee yughneennee `an suwalee – Seseorang yang tahu tingkatanku, membuat aku tidak memerlukan sebuah permohonan. Allah swt, Dia tahu apa yg kumau, lalu kenapa aku harus meminta? Apakah Allah tidak tahu aku berada didalam api ini? Kenapa kalian datang? untuk apa? Apakah DIA mengirim kalian? Jika DIA mengirimkanmu, aku tak membutuhkanmu, aku membutuhkan- Nya. Lalu kenapa aku harus meminta?”
Lalu Nabi Ibrahim as diam, menunggu nasibnya.

Itulah tingkatan dari "sakina", "ketenangan dan Kedamaian" – dia tidak mengeluh. Dan dia mengalami semuanya yg telah kami jelaskan.Hatinya begitu damai. Ketika dia telah mencoba seluruhnya dan terlihat bahwa Nabi Ibrahim as ada dalam kepasrahan total kepada tuhannya, bagaimana api dapat membakarnya sekarang. Api hanya membakar mereka yang takut, untuk mereka yang tidak takut, api tidak dapat membakar mereka.

Aku akan memberikanmu sebuah contoh, kalian lihat orang yang berjalan diatas api, kenapa mereka tidak terbakar. Karena rasa takut akan api telah hilang dari hati mereka. Mereka membangun kekuatan untuk melawan api jadi ketika mereka berjalan diatas api,api tidak dapat melukai mereka. Dan itulah sebabnya kalian melihat mereka berjalan atau berlari diatas api. Beberapa muslim dan non muslim, dinegara muslim kalian lihat mereka dari tariqah Rifa’I melakukan itu dan di India kalian lihat non muslim melakukan itu.

Bagaimana api akan membakar Sayyidina Ibrahim as ketika dia telah mencapai puncak dari kepasrahan? Jadi mereka dapat berjalan diatas api. Jadi ketika dia telah mencapai kepasrahan, tidak hanya seperti yang berjalan diatas api, bagi Nabi Ibrahim as seluruh tubuh dan hatinya ada dalam kepasrahan dan penyerahan diri. Untuk beberapa orang api tunduk pada mereka, tetapi untuk Nabi Ibrahim as,Dia pasrah dan menyerahkan dirinya pada Allah dan lalu api itu menjadi dingin dan damai kepadanya.

Dia dengan segera menerima dukungan Allah.dukungan Allah akan datang pada orang2 yg sabar.Siapa yg sabar,dukungan Allah akan mendatanginya.
Allah berfirman dalam Qur’an Suci:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Inna Allah yuwaffa as-sabireen ujoorahum bi ghayri hisaab.

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas!” [39:10]

Allah akan memberikan pahala yang melimpah pada mereka yang bersabar. Bersabarlah maka kalian akan mendapatkan pahala yang melimpah. Sayyidina Ibrahim as mendapatkan pahala yg melimpah karena dia bersabar. Lalu apa lawan dari `itiraad, yaitu Bersabarlah?

Wa min Allah at-Tawfiq, bi hurmatil Fatiha.

Apa yang dapat diambil dari pelajaran kali ini, "la ta`tarid, bal asbur" "Jangan keberatan, bersabarlah…"

wasalam, arief hamdani
www.rumicafe. blogspot. com
www.mevlanasufi. blogspot. com

New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/

Sabtu, 29 November 2008

INFO QURBAN KAHMI MEDAN

Sampai dengan hari Kamis sore/27 Nopember 2008 bahwa rencana qurban KAHMI Medan pada tahun ini adalah 2 ekor lembu atau 14 orang peserta. Qurban akan dibagikan kepada saudara-saudara kita yang ada di sekitar pinggiran kota Medan yaitu di Kabupaten Deli Serdang. Rencana 1 ekor akan dibagikan kepada desa binaan Perkumpulan Permata Insani di Desa Lau Serine Kabupaten Deli Serdang. Direncanakan Pengurus MD KAHMI Medan dan LAZIS KAHMI Medan akan berkunjung ke lokasi tersebut pada hari Minggu/30 Nopember 2008 besok. Bagi rekan alumni yang berminat untuk menyerahkan qurban bersama-sama dengan MD KAHMI Medan dapat menghubungi Kahmi Medan melalai LAZIS KAHMI Medan atau dapat dikomunikasikan via email: kahmi_mdn@yahoo.com

SILAHKAN MENGIRIMKAN TULISAN

Kepada rekan-rekan alumni HMI yang punya ide dan berbagai informasi dapat mengirimkannya kepada Blog KAHMI Medan melalui email : kahmi_mdn@yahoo.com Walaupun blog ini belum dimoderasi secara profesional, namun penayangan tulisan dan informasi akan dilakukan secara cepat. Beberapa rekan alumni HMI yang telah mengirimkan tulisan adalah Ir. Elvi H. (Bendahara LAZIS KAHMI Medan) dan Drs Irwansyah (Dosen Fakultas Sastra USU).

Kepada rekan-rekan alumni HMI yang sekarang Caleg juga sangat kami butuhkan untuk mengirmkan informasi singkat lewat Blog KAHMI Medan agar dapat dibaca oleh komunitas blog. Terima kasih.

Jumat, 28 November 2008

KAHMI Sumut bantu korban kebakaran Cetak E-mail
Thursday, 27 November 2008 17:08 WIB
SULAIMAN HAMZAH
WASPADA ONLINE

MEDAN - Untuk meringankan beban korban kebakaran di Kelurahan Aur, KAHMI membentuk Posko yang ditempatkan di Jln Sudirman depan kantor PTPN IV pasca kebakaran menghaguskan ratusan rumah di Jln Mangkubumi.

Bantuan itu berdatangan ke Posko, terutama dari para alumni HMI dan dari masyarakat lainnya seperti beras, mi instan, air mineral dan pakaian layak pakai.

Dari semua bantuan yang telah dikumpulkan telah disalurkan kepada korban pada Minggu (23/11). Semua yang terkumpul diserahkan oleh Presidium KAHMI Sumut Hapcin Suhairi, SE., MSi yang juga Caleg DPRD Kota Medan dari Partai Amanat Nasional Dapil II nomor urut satu.

Hapcin menegaskan, bantuan ini merupakan kepedulian kita terhadap korban dan kiranya kepada saudara-saudara kita yang mempunyai kemudahan juga dapat berpartisipasi untuk meringankan penderitaan dialami korban.
(fjr/rel)

Kamis, 27 November 2008

UCOK

26/11/2008 10:14 WIB oleh ANTARA Sumut


Irwansyah, Dosen Fakultas Sastra USU

Irwansyah, Dosen Fakultas Sastra USU

Baru hujan tiga jam Medan banjir lagi. Ratusan rumah di bantaran sungai Deli dan sungai Babura kembali terendam akibar banjir kiriman dari gunung. Hujan yang mengguyur kota Medan sejak Sabtu sore hingga malam, hari pertama bulan November, ternyata juga terjadi di kawasan pegunungan sehingga terjadi banjir kiriman. Selain itu sejumlah ruas jalan di kota Medan juga tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa.

Bagi warga Kelurahan Aur, Kecamatan Maimoon, selama dua minggu terakhir Oktober kawasan ini sudah empat kali rumah mereka tergenang akibat banjir kiriman (Analisa, 2 November 2008). Mereka lupa barangkali pada pepatah “bila berani berumah di tepi pantai berarti berani dilanda ombak” yang bunyinya menjadi “bila berani berumah di tepi sungai berarti berani dilanda banjir”. Bagi mereka banjir abonemen.

Banjir bukan monopoli kota Medan. Langkat dan Labuhan Batu juga dilandanya. Lebih luas lagi, banjir tidak cuma di Medan ataupun Sumut saja. Banjir juga terjadi di Gorontalo dan Samarinda. Banjir hampir merata di wilayah tanah air. Cocoklah dengan sebutan tanah air. Bila sebagian daerah tanahnya terus berair bulanan.,

Di Sidoarjo malah lebih parah lagi. Banjir lumpur Lapindo berkepanjangan sudah tahunan.
Bulan-bulan yang ada “ber-ber”nya (September, Oktober, November, dan Desember) menyuruh orang siaga menyiapkan ember dan kerabatnya karena bulan-bulan itu memang musim hujan. Curah hujan pada bulan-bulan itu cukup tinggi. Bogor sebuah pengecualian. Di kota itu sepertinya tiada hari tanpa hujan. Bogor pun dikenal sebagai kota hujan. Penyebab lain dituding karena terjadi penggundulan hutan, penebangan liar, drainase yang sudah buruk tidak berfungsi.

Ada musim dan banjir lain yang tengah melanda kita. Hampir serempak di berbagai daerah dilaksanakan Pilkada. Minggu terakhir Oktober saja ada empat daerah di Sumut: Deli Serdang, Langkat, Dairi, dan Taput melaksanakan Pilkada.

Pilkada dan “pil-pil” yang lain (Pilkades, Pilcaleg, dan Pilpres) adalah musim banjir. Yang pertama, banjir janji. Para calon berkampanye menyampaikan visi dan misinya serta berdebat di televisi. Semuanya “merasa terpanggil” untuk “mengadakan perubahan”. Oleh karena itu, pilihlahlah saya. Andaikata saya “dipercaya” atau nantinya “terpilih” menjadi … saya berjanji akan…. Singkatnya, bersama sayalah baru beres. Akan tetapi, bukankah sulitnya untuk tidak berjanji sama sulitnya dengan menepati janji?

Yang kedua, banjir akronim atau singkatan kata. Pilkada adalah singkatan pemilihan kepala daerah. Baru sekaranglah kita baru memilih langsung. Bila kata langsung ikut dalam singkatan bisa jadi akronimnya Pilkadasung ataupun Pilkadal. Yang dipilih pasti Pilkadasung. Pilkadal terasa tidak enak. Masak pemilihan kadal? Kadal adalah sejenis binatang. Kadal yang hidup di pohon dapat bertukar warna sesuai tempatnya (mimikri) bernama bunglon. Orang yang tidak tetap pendirian, asal menguntungkan dirinya disebut bunglon. Masak kita memilih bunglon?

Akronim berbeda dengan singkatan kata, tetapi orang selalu menyamakannya. Memang beti (beda tipis). Akronim ialah singkatan berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan kombinasi huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata, misalnya tilang (bukti pelanggaran, rudal (peluru kendali). Kata radar dan laser adalah akronim. Radar (radio detecting and ranging) laser (light amplication by stimulated emission of radiation).

Singkatan kata ialah bentuk istilah yang tulisannya dipendekkan menurut tiga cara: 1) bentuk tulisannya terdiri atas satu huruf atau lebih, tetapi yang bentuk lisannya sesuai dengan bentuk istilah lengkapnya, misalnya cm yang dilisankan sentimeter, sinus dilisankan sinus; 2) istilah yang bentuk tulisannya terdiri atas satu huruf atau lebih yang lazim dilisankan huruf demi huruf, misalnya DDT (diklorodifeniltrikloroetana) dilisankan d-d-t atau TL (tube luminescent) dilisankan t-l; 3) istilah yang dibentuk dengan menanggalkan sebagian unsurnya, misalnya harian (berasal dari surat kabar harian) lab (berasal dari laboratorium). Perlu diketahui, jika dianggap perlu membentuk akronim perlu diperhatikan dua syarat: 1) jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia dan 2) mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

Dalam membuat akronim faktor enak didengar (eufonik) tampaknya yang lebih jadi acuan. Banyak kata yang muasalnya akronim tidak dirasakan lagi sebagai singkatan karena amat sering dipakai. Alah bisa karena biasa. Malahan ada singkatan dalam singkatan. Gambaran cara berpikir kita singkat dan suka sekali cari jalan pintas barangkali.

Ingat Syampurno? Singkatan yang dipakai pasangan H. Syamsul Arifin dengan Gatot Pujo Nugroho ketika menjadi cagubsu (lagi-lagi akronim). Menciptakan akronim untuk pasangan calon banyak dijumpai. Sebagi amsal, Pilkada Deli Serdang. Ada sembilan pasangan calon bupati dan wakilnya. Pasangan: AZAN (H. Amri Tambunan-Zainuddin Mars), PANTAS (T. Akhmad Thala’a-Satrya Yudha Wibowo), RUPAWAN (Ruben Tarigan-Dedi Irwansyah), AMANAH (H. Wagirin Arman-Hj. Chairiah Sudjono Giatmo), HADIPURA (Hasaidin Daulay-Putrama Alkhairi), KHASS (H. Sihabuddin-Surya Dharma), SURGO (Syaiful Anwar-Sugito), ANDICK (Suprianto- Dicky Zulkarnain), dan PRABU (Rabualam-Rahmad Setia Budi).

Seorang Bang Becak cerita. Dari cerita yang didengarnya dari orang yang bercerita yang katanya cerita itu berasal dari istri salah seorang calon wakil bupati, sang calon telah menghabiskan dana lebih 1 M. Ia geleng-geleng kepala. Kalau dia tahu berapa jumlah nolnya satu milyar mungkin gelengan kepalanya kalah kipas angin. Apa sih yang mereka cari, Pak? tanyanya.

Saya diam, tetapi berpikir. Jawabannya lebih-kurang begini. Namanya juga manusia. Makhluk yang tidak akan pernah puas. Mereka beruang. Punya duit. Sudah berduit ingin yang lain. Uang sendiri sudah berkuasa. Kalau digandengkan uang dengan kekuasaan tentu dunia dalam genggaman. Kuasa pangkat dua. Untuk meraihnya cara apa pun ditempuh. Semuanya berlabel halal.. Terbetiklah berita kemudian tidak sedikit sekolah mereka tidak jelas. Tidak jelas, tetapi ijazah punya. Ijazah aspal (asli tapi palsu). Ada yang terganjal karena itu. Ada yang sedang menikmati jabatannya baru ketahuan. Ada pula sampai akhir jabatan status ijazahnya tidak pernah jelas.

Kembali ke akronim. Seorang teman saya memang ahlinya. Malah menurut saya orang Medan memang jago soal itu. Ada saja akronim yang baru saya dengar kalau kumpul-kumpul. Lima tahun silam sebuah partai besar mengajak saya ikut sumbang-saran dalam rangka memenangkan pemilu. Kalangan akademisi dianggap potensial dan netral. Saya tawarkan beberapa teman berkaliber profesor sesuai kepakarannya berbicara dalam forum mereka. Seorang kenalan, profesor antropologi di Yogyakarta saya hubungi lewat telepon. Ia memang orang Medan. Sering dia ke Medan sebagai anggota kosgoro, katanya. Kosgoro maksudnya diongkosi negoro. Setiap ke Medan beliau tetap menghubungi saya karena saya adalah steering comitte-nya (nyetir mobil). Bagaimana kalau dia ada ke Medan mau menyempatkan diri memberi ceramah pada sebuah partai dalam rangka pemenangan pemilu?

”Kata kawan, sekarang banyak pemimpin yang ucok,” kata saya di telepon. Ucok akronim itu konon berasal dari teman itu.
“Apa itu?” tanyanya dari Yogya.
“Ucok: uang cukup otak kurang.”
Ia terbahak-bahak.
“Apa nggak salah. Uang cekak otak kurang?” sambungnya spontan.
Betul juga! Sudah kere bahlul pula.

TMI, 7 November 2008

Irwansyah, Dosen Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU)

Minggu, 23 November 2008

PENYERAHAN BANTUAN KAHMI

hari ini Minggu 23 Nopember 2008 jam 12.30 KAHMI Sumut dan Medan akan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran kampung Aur di Posko Peduli Kebakaran Multatuli Medan, (info dari arwin hrp)

Rabu, 19 November 2008

LEBIH JAUH DENGAN SAHAR L. HASAN









Ia terjun di dunia organisasi sejak jadi mahasiswa di Kupang. Tak disangka, putra Adonara ini dipercaya sebagai Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB) mendampingi sang ketua, MS Kaban yang kini Menteri Kehutanan RI.


SEJAK kuliah di jurusan Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tahun 1972, Sahar L Hassan sudah terjun dalam organisasi kemahasiswaan. Baik intra maupun ekstra universiter. Di Undana, misalnya, ia aktif di Komisariat Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Administrasi. Sekarang namanya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sedangkan di luar kampus, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang dan Perhimpunan Mahasiswa Flores Timur (Permaftim) Kupang.

“Tahun 1975 sempat bersaing merebut posisi ketua tetapi kalah dengan rekan sedaerah. Namanya, Lambert Tokan. Tapi, saya akhirnya dipercaya sebagai wakil ketua. Meskipun beliau saya kalahkan di Permaftim,” cerita Sahar mengenang masa-masa awal terjun dalam organisasi.

Posisi Wakil Ketua Komisariat Dewan Mahasiswa Fakultas Administrasi Niaga ternyata hanya bertahan sebulan karena pada Maret 1975, ia ikut bersaing merebut posisi Keua Dewan Mahasiswa Undana. Di luar dugaan, Sahar terpilih menjadi ketua periode 1975 - 1977. Nah, hingga tamat posisi itu tetap dipegangnya karena setelah itu lahir kebijakan tentang Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kampus (NKK/BKK).

Begitu juga di luar kampus. Pria kelahiran Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim) ini pernah menjadi salah satu ketua HMI Cabang Kupang periode 1977 – 1978. Kematangan organisasi semakin terasa sehingga ia berkesempatan mengikuti Konggres HMI XIII di Ujungpandang, Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 1979. Di luar dugaan, ia ditarik ke Jakarta untuk menempati posisi Wakil Sekjen Pengurus Besar HMI periode 1979 – 1981.

Sejak April 1979 Sahar pindah ke Jakarta untuk dilantik bersama-sama pengurus PB HMI lainnya. Setelah beberapa lama di Jakarta, pada Juli 1979 ia kembali merampungkan skripsinya dan meraih gelar sarjana. Pada 17 September 1979, Sahar kembali ke Jakarta. Sejak itu, ia memutuskan tinggal di Ibu Kota dan berjuang menata masa depannya.

Masuk Politik

Selepas dari HMI, Sahar juga aktif di sejumlah organisasi seperti KAHMI, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Al-Irsyad, dan lain-lain. Ia juga mulai terjun dalam politik dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Setelah meninggalkan PPP, ia masuk Partai Bulan Bintang (PBB) dan sempat menjabat wakil sekjen. Kemudian, saat berlangsung Muktamar I PBB di Jakarta tahun 2000, ia terpilih menjadi wakil ketua umum.

“Setelah Muktamar II PBB di Surabaya, saya dipercayakan sebagai sekretaris jenderal. Saya tidak tahu, apakah ini turun jabatan karena dari wakil ketua umum kemudian turun menjadi sekretaris jenderal. Bagi saya politik itu bagian dimensi pengabdian. Dalam bahasa agama, berpolitik juga tergolong ibadah. Karena itu, saya harus menggunakan nilai-nilai Islam dalam berpolitik,” ujar Sahar.

Pilihan untuk terjun dalam dunia politik praktis adalah panggilan hati. Pengaruh kuat ayahnya yang hanya seorang papalele (pedagang) dan Imam Masjid di Boleng, Pulau Adonara juga turut membentuk jiwa kepemimpinan Sahar. Ia mengaku, di hadapan orang-orang di kampung, ayahnya adalah figur yang selalu jadi panutan. Ayahnya sangat bijaksana dan selalu diterima masyarakat.

“Asal ada masalah, ayah menjadi tempat bertanya bagi warga kampung. Beliau menjadi problem solver. Kemudian ditambah lagi dengan kesungguhan menempah diri dan aktif di organisasi kampus dan luar kampus telah memungkinkan saya menapaki karier hingga mendapat kepercayaan seperti saat ini,” jelasnya.

Rupanya, selama masih mahasiswa ia sudah memegang teguh motto hidupnya: sukses dalam study, unggul dalam berorganisasi, dan insan pengabdi di hadapan Tuhan. Tak ayal, ia dunia organisasi dan pendidikan terus ia tapaki. Selain disibukkan dengan tugas-tugas di Partai Bulan Bintang, Sahar juga terus mengejar pendidikan. Kini ia tengah merampungkan kuliah S-2 di Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ).

Sekalipun sudah makan garam dalam jagad politik praktis tetapi usaha pengembangan intelektualitas pribadi bisa dilakukan secara otodidak. Hanya kadang kurang terfokus sehingga ia memilih kuliah satu bidang. “Kalau otodidak kan kita bisa belajar apa saja. Misalnya, kalau ada buku baru, ya kita baca. Padahal, kan terlalu luas. Karena itu, saya ingin kuliah yang spesial,” katanya beralasan.

Saling Pengertian

Sahar mengaku, antara tugas sebagai politisi dan kepala keluarga tak jadi masalah. Urusan keluarga juga sudah menjadi tanggung jawab bersama dengan istrinya yang juga seorang dosen. “Kita saling membangun kepercayaan dan membagi tugas. Alhamdulillah! Istri bisa memberikan pengertian kepada anak-anak. Kita sering bertukar pikiran dengan delapan anak kita. Anak kami lima laki-laki dan tiga perempuan. Yang sulung sedang menempuh studi Master Hukum Internasional di UI. Yang kedua, sudah bekerja di kantor Imigrasi Jakarta Pusat, dan ketiga hampir selesai S-1 Psikologi. Anak-anak yang lain masih kecil,” kata Sahar.

Menurutnya, keluarga merupakan basis penyemaian kasih sayang bagi anak-anak. Karena itu, meskipun ia sibuk tetapi kasih sayang, pendidikan, dan pendampingan kepada mereka tetap menjadi hal yang sangat penting. Sahar juga sempat menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi (PT) di Jakarta dan Jawa Barat. Ia pun sering menyebut dirinya dosen sapu jagat. Ia pernah menjadi Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nasional (Unas), Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Borobudur, Universitas Asyafia, dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan dosen Universitas Ibnu Chaldun Bogor.

Paling Kecil

Sahar Hassan menyelesaikan sekolah di SD Negeri Boleng dan SMP Negeri Lamahala di Adonara. Kemudian masuk SMA Suryamandala Waiwerang di Adonara. Saat di SMA ia tergolong siswa yang paling kecil tetapi dipilih jadi ketua kelas.

Kemudian kuliah di Undana Kupang. Tahun 1971, ia mengajar di SMA Swasthika Lewoleba, Lembata bersama beberapa teman seperti Stanis Uran dan Yosef Lelaona. Budaya Lamaholot yang menjunjung tinggi kesetiakawanan dan kerja keras selalu dipegangnya. Mungkin itu pula, ia mendapat kepercayaan sebagai Sekjen Partai Bulan Bintang. (Ansel Deri)

Sumber: FLORS POS edisi 17 – 24 Juni 2007

Minggu, 16 November 2008

INNALILLAHI WAINNAILAHI ROJI’UN

BERITA DUKA: TELAH BERPULANG KERAHMATULLAH SIANG HARI INI/MINGGU, 16 NOPEMBER 2008 ISTERI DARI BAPAK H. ALI SYAFRI TANJUNG (KORDINATOR PRESIDIUM KAHMI BINJAI). DIKEBUMIKAN LEPAS SHALAT ASHAR. ALAMAT DUKA JL. T. AMIR HAMZAH BINAI (INFO DARI SMS DARI MUAZUL SH, M.HUM)

CALEG

Oleh : Irwansyah

“Mau jadi anggota DPR? Boleh, asalkan dengar cerita ini.” Kata Kuntowijoyo. Dua kalimat itu merupakan kalimat pembuka cerpennya berjudul “Laki-laki yang Kawin dengan Peri”, salah satu dari tujuh belas cerpen pilihan Kompas 1995. Cerpen itu pula dijadikan judul bunga rampai cerpen itu.

Pak Kunto, kami mahasiswanya memanggilnya begitu, berpenampilan sederhana, murah hati, dan murah senyum. Tidak ada makalah kami jelek. Semua makalah kami mendapat pujian baik. Cuma ada yang kami tunggu dari Pak Kunto. Yaitu kata “tapi” dari mulut beliau. Sambil mengomentari makalah, “Tapi,” kata beliau, “kalau bagian ini ditambah” lalu beliau menyebut judul buku (bahasa Inggris), “kemudian bagian ini begitu juga ada rujukan untuk itu bukunya” lagi-lagi beliau menyebutkan sejumlah buku (lagi-lagi bahasa Inggris). Satu makalah yang dikomentarinya bisa sampai lebih dari dua puluh buku yang disebutnya dengan lancar. Yang lain khas Pak Kunto, yaitu kata “yaitu”. Saat menerangkan kata “yaitu…yaitu…” bagai peluru bertubi-tubi keluar dari mulut beliau. Iseng, teman saya menghitung dalam semenit ada 27 kata “yaitu…yaitu…yaitu” yang diucapkan Pak Kunto. Menurut saya, itu karena pikiran Pak Kunto tidak sejalan dengan ucapannya. Waktu dia sedang mengucapkan sesuatu, pikirannya sudah jauh meninggalkan mulutnya. Mulut dan pikirannya saling berkejaran. Cuma karena kata bergerak linier, maka kata “yaitu…yaitu…”lah yang muncul sebagai upaya mulut mengimbangi jalan pikirannya.

Pak Kunto hanya ucapannya saja tidak sejalan dengan pikirannya. Bukan ucapannya tidak sama dengan perbuatannya. Bukan seperti banyak orang yang tidak satu kata dengan perbuatan.

Masih mau juga jadi anggota DPR? Dengarkanlah cerita Pak Kunto.

Alkisah ada laki-laki tanpa keluarga bernama Kromo Busuk. Pada mulanya dia tinggal tenteram di sebuah desa. Ketenteraman terganggu sejak tetangganya bermenantu orang luar desa. Menantu tetangganya itulah biang kerok huru-hara penyebab penduduk desa menuduh Kromo berbau busuk.

Tuduhan itu bermula pada malam pengantin. Laki-laki itu menuduh istrinya bau busuk karena belum mandi dari pagi. Si istri bersumpah untuk menghadapi malam pertama itu sengaja dia mandi pakai sabun paling wangi. Tuduhan beralih pada ayah mertua. Ayah mertua tersinggung. Lebih baik tidak usah punya menantu kalau begitu. Beralih ke ibu mertua. Sumber bau bukan dari perempuan itu. Karena bau tidak juga hilang dari penciuman si menantu, tuduhan beralih ke tetangga dekat. Ayah mertua naik darah. Tiba-tiba datang orang dari Poskamling. Selidik punya selidik ketahuanlah sumber busuk berasal dari Pak Kromo.

Kromo yang tahu diri pindah ke pinggir desa. Meskipun Kromo sudah tinggal di pinggiran desa bau busuk tidak juga hilang. Akibatnya desa jadi seperti sarang hantu. Para gadis desa tidak laku. Pencuri berkeliaran malam hari. Malam bulan purnama juga sepi. Kromo bila malam hari pindah tidur di tengah sawah berbatu yang tidak dikerjakan orang karena angker. Satu malam tiba-tiba seorang wanita cantik menemui Kromo. Malam berikutnya Kromo kawin dengan wanita cantik itu. Orang coba mengintai Kromo. Mereka kehilangan jejak di sawah berbatu. Begitulah yang terjadi. Bila Kromo kesiangan, orang menemukannya sedang mendekap batu. Herannya bau tidak juga hilang. Suatu malam dua orang berkuda datang ke gardu ronda. Bertanya kenapa orang desa menghina Kromo padahal dia orang baik-baik. Penunggang kuda itu menghilang. Bau wangi segera menyebar tercium dimana-mana. Tahulah mereka Kromo sudah meninggal dunia. Jenazahnya raib dibawa ke dunia lelembut. Tiba-tiba warga desa merasa kehilangan Kromo. Sebagian merasa berdosa telah menyengsarakannya.

Kemudian terjadilah pageblug, wabah epidemi melanda desa. Pagi sakit, sore mati. Tidak pilih usia: balita, remaja, dan manula kena. Ibu-ibu kehabisan air usu. Segala usaha dicoba untuk menolak bala. Datanglah seorang kyai. Kata kyai warga kurang bersyukur dan bersedekah. Orang desa sepakat mengadakan kenduri dan mengaji layaknya menghormati orang yang sudah meninggal. Cerita menghilangnya Kromo simpang siur. Ada yang bilang dia sudah jadi pengawal istana di dunia peri. Ada yang bilang pernah berjumpa mengajaknya pulang. Kromo tidak bisa kembali ke dunia karena dia sudah terikat dengan “kontrak perkawinan”.

“Demikianlah cerita itu. Ibaratnya, jangan disia-siakan orang lemah, dia akan bekerja sama meski dengan siluman sekalipun”. Kuntowijoyo menutup cerpennya dengan dua kalimat itu.

Masih mau juga jadi anggota DPR? Sandek (pesan pendek) Pak Kunto: boleh saja, tapi jangan sakiti wong cilik. Yang ngibuli wong cilik biasanya kan wong cilik. Sekedar bekal tambahan dari muridnya. Bila jemaah calhaj (calon haji) kita banyak yang mengidap penyakit resiko tinggi (reski), maka jadi caleg termasuk reski. Sebab, pepatah “arang habis besi binasa” tergelincir jadi “uang habis hutang menanti pula”.

TMI, 14 Nopember 2008

Penulis adalah Dosen Fakultas Sastra USU

Sabtu, 15 November 2008

INNALILLAHI WAINNAILAHI ROJI’UN

TELAH BERPULANG KERAHMATULLAH ALUMNI HMI DRG SYAIFUL AHYAR MATONDANG. RUMAH DUKA DI JL. PASAR MERAH GG MESJID NO 1. INSYA ALLAH DIKEBUMIKAN BESOK/ MINGGU/16 NOPMBER 2008 SETELAH SHALAT ZUHUR. (SMS DARI DRG M. SAHBANA)

TEMU CALEG ALUMNI HMI DAN

DISKUSI REGULER KAHMI MEDAN

DI HOTEL GARUDA PLAZA

Tadi malam, Jumat/14 Nopember 2008 bertempat Convention Hall Hotel Garuda Plaza, Majelis Daerah KAHMI Medan mengadakan Temu Caleg Alumni HMI dan Diskusi Reguler KAHMI Medan. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan diskusi yang secara regular dilaksanakan oleh KAHMI Medan dengan berbagai topik yang sebelumnya telah dilaksanakan.

Dalam kata pengantarnya Kordinator Presidium KAHMI Medan, Ir. Murlan Tamba, MM mengungkapkan bahwa diskusi malam ini membicarakan dua isu pokok yang menarik yaitu etika politik dan pemanfaatan teknologi informasi. KAHMI Medan melihat bahwa etika politik dan teknologi informasi merupakan bagian penting dalam strategi memenangkan persaingan. Kita berharap bahwa diskusi ini akan memberikan hasil yang positif bagi alumni HMI yang berjuang pada pemilu nanti.

Hadir pada diskusi ini H. Hasnil Basri Siregar, SH (Ketua Majelis Penasehat KAHMI Sumut), H. Mayasyak Johan, SH (Wakil Ketua Komisi III DPR RI), Drs. H. Abdul Azis Angkat, MSp (Ketua DPRD Sumut yang baru terpilih), Prof. Dr. Urip Harahap, (Ketua Majelis Pakar MD KAHMI Medan), H. Rusdi Lubis, SH, MMA (Kordinator Presidium KAHMI Sumut). Para senioren alumni HMI seperti Ir. Ansar M. Noor,MM, Ir. Syaiful Amri TH, Drs. Irwansyah OK, Asrul Kidam dan lain-lain.

Para caleg diperkenalkan oleh salah seorang Presidium KAHMI Medan, Drs Ansari Tarigan kepada peserta pada malam itu antara lain Nilam Sari Harahap (PKB), Isfan Dahrian Nasution (PKS), Drs. H. Adi Munasip, MM, Hapcin Suhairy, SE,Ak, MSi, Ir. Tirmizi, Drs. Arwin Harahap, MSi (PAN), Drs Adil Sirait, Drs Jafaruddin Harahap, Aja Sahri (PPP), Dr. Ir. Masri Sitanggang (PBB), Irwansyah Hasibuan, Sani (GERINDRA), Reza Fahrumi Tahir, Nuzuliaty, SE, Fenty Iska SH, MKn, Sri Rahayu (Golkar), Syafaruddin SH (BARNAS) dan lain-lain hampir semua partai cukup ramai alumni HMI yang berjuang sebagai caleg hadir malam tersebut termasuk para caleg yang masih muda-muda dari alumni HMI dari PBR.

Dalam kesempatan ini hadir para calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia antara lain Prof. Dr.Ir. Hj. Darmayanti Lubis (Ketua Kaukus Perempuan Sumatera Utara) dan Ir. Husni Husin, MS

Prof. Dr, Muhammad Zarlis, Ketua Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi KAHMI Medan menekankan bahwa kemajuan IT sangat cepat berubah dari waktu ke waktu, bagi caleg harus mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. Para caleg misalnya dapat menggunakan website untuk menyampaikan pokok-pokok pikirannya.

Sementara itu dalam paparan Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis, MA. Dekan Fakultas Syariah IAIN Sumut, mengungkapkan tentang berbagai syarat dalam menjalankan etika politik, kita bisa berbeda dalam hal fiqh tidak dalam syariat. Bagi para caleg harus memenuhi berbagai syarat etika yang didasarkan kepada ketentuan-ketentuan Islam termasuk dalam konsepsi kepemimpinan dalam Islam.

Ahmad Taufan Damanik menekankan kepada para caleg untuk agar lebih mengenali tentang karakateristik para pemilih, tentunya pendekatan yang ditempuh akan berbeda. Perlu mendalami berbagai perubahan yang terjadi. Partai besar tidak menjamin akan menang, sangat tergantung kepada kemampuan individual caleg tersebut, jadi tidak bisa hanya mengandalkan nama besar dari partai tersebut.

Dalam diskusi yang cukup dinamis dan hangat tersebut direspon oleh peserta diskusi. Ir. Ansar M. Noor mengungkapkan bahwa rakyat akan melihat ideologi partai, platform dan program kerja partai tersebut. Sementara itu Reza Fahrumi Tahir berharap bahwa para caleg mampu menafaatkan teknologi informasi dalam memasarkan idenya. Misanya bagi saya, di daerah pilihan Deli Serdang yang secara geografis berbeda bagaimana cara pendekatan yang tepat dalam menyampaikan pesan-pesan kepada konstituen yang sangat berbeda secara geografis tersebut. Turut memberikan komentar dalam diskusi tersebut Rosman (Koperasi KAHMI Deli Serdang), H. Rusdi Lubis SH, MMA, Drs. H. Abdul Azis Angkat, MSp, Vera, dan lain-lain.

Disela-sela acara tersebut Kordinator Presidium KAHMI Medan, Ir. Murlan Tamba, MM mengungkapkan bahwa diskusi ini akan dilanjutkan di masa mendatang yang lebih menekankan kepada diskusi spesifik yaitu dengan cara mengelompokkan bagi caleg, misalnya caleg untuk DPR Pusat, caleg DPRD Sumut, caleg DPRD Kota Medan. Kita akan meminta masing-masing membawa kertas kerja mengenai satu isu tertentu misalnya sebagai caleg DPR RI kita minta pandangannya dalam halk sesuatu isu menarik dan perspektifnya kepada Propinsi Sumatera Utara, demikian pula pada strata berikutnya DPRD Sumut dan Medan.

Pada diskusi yang menarik ini dihadiri oleh unsur Pengurus MW KAHMI Sumut, seperti Sekum Muazul, SH, M.Hum dan MD Medan, Presidium KAHMI Medan Syahruzal Yusuf SH, Kordinator Presidium Forhati Medan Ir. Nely Armayanti MSP, Sekretaris Umum Ir. Irwan Bahri MD KAHMI Medan Sugih Permono, Zahirsyah, Drg. M. Sahbana (Bendahara Umum), sekaligus sebagai Kordinator/PO acara diskusi ini. Drs Abdul Karim Nasution (Ketua LAZIS KAHMI Medan) Ir. Elvi H. (Bendahara LAZIS)

Diskusi yang dipandu oleh moderator Dadang Darmawan, S.Sos, MSi, Presidium KAHMI Medan yang di awal pengantar diskusi menyebutkan bahwa diksusi ini selain menyangkut apresiasi KAHMI terhadap dinamika politik, forum ini tidak terlepas merupakan media silaturrahim sesama caleg alumni HMI. Forum ini ditutup pada pukul 23. 15 WIB dan diteruskan silaturrahim sesama alumni HMI yang diperkirakan dihadiri lebih dari 200 orang.

STRESS OR BEBAN....

email dari Vie

Bukan berat Beban yang membuat

kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut...

-By Stephen Covey-

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,

Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:

"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.

"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa

lama anda memegangnya. " kata Covey. "Jika saya memegangnya selama 1

menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya

akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus

memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama

saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan

mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.." lanjut Covey.

"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat

sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita

secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini,

tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi

besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak

jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya

dan memanfaatkannya. ..

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak

dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita...

*Start the day with
smile and have a good day* 
 *Don't forget to pray
before you start your day*  
 
-Jens Lehmann-