Sabtu, 29 November 2008

INFO QURBAN KAHMI MEDAN

Sampai dengan hari Kamis sore/27 Nopember 2008 bahwa rencana qurban KAHMI Medan pada tahun ini adalah 2 ekor lembu atau 14 orang peserta. Qurban akan dibagikan kepada saudara-saudara kita yang ada di sekitar pinggiran kota Medan yaitu di Kabupaten Deli Serdang. Rencana 1 ekor akan dibagikan kepada desa binaan Perkumpulan Permata Insani di Desa Lau Serine Kabupaten Deli Serdang. Direncanakan Pengurus MD KAHMI Medan dan LAZIS KAHMI Medan akan berkunjung ke lokasi tersebut pada hari Minggu/30 Nopember 2008 besok. Bagi rekan alumni yang berminat untuk menyerahkan qurban bersama-sama dengan MD KAHMI Medan dapat menghubungi Kahmi Medan melalai LAZIS KAHMI Medan atau dapat dikomunikasikan via email: kahmi_mdn@yahoo.com

SILAHKAN MENGIRIMKAN TULISAN

Kepada rekan-rekan alumni HMI yang punya ide dan berbagai informasi dapat mengirimkannya kepada Blog KAHMI Medan melalui email : kahmi_mdn@yahoo.com Walaupun blog ini belum dimoderasi secara profesional, namun penayangan tulisan dan informasi akan dilakukan secara cepat. Beberapa rekan alumni HMI yang telah mengirimkan tulisan adalah Ir. Elvi H. (Bendahara LAZIS KAHMI Medan) dan Drs Irwansyah (Dosen Fakultas Sastra USU).

Kepada rekan-rekan alumni HMI yang sekarang Caleg juga sangat kami butuhkan untuk mengirmkan informasi singkat lewat Blog KAHMI Medan agar dapat dibaca oleh komunitas blog. Terima kasih.

Jumat, 28 November 2008

KAHMI Sumut bantu korban kebakaran Cetak E-mail
Thursday, 27 November 2008 17:08 WIB
SULAIMAN HAMZAH
WASPADA ONLINE

MEDAN - Untuk meringankan beban korban kebakaran di Kelurahan Aur, KAHMI membentuk Posko yang ditempatkan di Jln Sudirman depan kantor PTPN IV pasca kebakaran menghaguskan ratusan rumah di Jln Mangkubumi.

Bantuan itu berdatangan ke Posko, terutama dari para alumni HMI dan dari masyarakat lainnya seperti beras, mi instan, air mineral dan pakaian layak pakai.

Dari semua bantuan yang telah dikumpulkan telah disalurkan kepada korban pada Minggu (23/11). Semua yang terkumpul diserahkan oleh Presidium KAHMI Sumut Hapcin Suhairi, SE., MSi yang juga Caleg DPRD Kota Medan dari Partai Amanat Nasional Dapil II nomor urut satu.

Hapcin menegaskan, bantuan ini merupakan kepedulian kita terhadap korban dan kiranya kepada saudara-saudara kita yang mempunyai kemudahan juga dapat berpartisipasi untuk meringankan penderitaan dialami korban.
(fjr/rel)

Kamis, 27 November 2008

UCOK

26/11/2008 10:14 WIB oleh ANTARA Sumut


Irwansyah, Dosen Fakultas Sastra USU

Irwansyah, Dosen Fakultas Sastra USU

Baru hujan tiga jam Medan banjir lagi. Ratusan rumah di bantaran sungai Deli dan sungai Babura kembali terendam akibar banjir kiriman dari gunung. Hujan yang mengguyur kota Medan sejak Sabtu sore hingga malam, hari pertama bulan November, ternyata juga terjadi di kawasan pegunungan sehingga terjadi banjir kiriman. Selain itu sejumlah ruas jalan di kota Medan juga tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa.

Bagi warga Kelurahan Aur, Kecamatan Maimoon, selama dua minggu terakhir Oktober kawasan ini sudah empat kali rumah mereka tergenang akibat banjir kiriman (Analisa, 2 November 2008). Mereka lupa barangkali pada pepatah “bila berani berumah di tepi pantai berarti berani dilanda ombak” yang bunyinya menjadi “bila berani berumah di tepi sungai berarti berani dilanda banjir”. Bagi mereka banjir abonemen.

Banjir bukan monopoli kota Medan. Langkat dan Labuhan Batu juga dilandanya. Lebih luas lagi, banjir tidak cuma di Medan ataupun Sumut saja. Banjir juga terjadi di Gorontalo dan Samarinda. Banjir hampir merata di wilayah tanah air. Cocoklah dengan sebutan tanah air. Bila sebagian daerah tanahnya terus berair bulanan.,

Di Sidoarjo malah lebih parah lagi. Banjir lumpur Lapindo berkepanjangan sudah tahunan.
Bulan-bulan yang ada “ber-ber”nya (September, Oktober, November, dan Desember) menyuruh orang siaga menyiapkan ember dan kerabatnya karena bulan-bulan itu memang musim hujan. Curah hujan pada bulan-bulan itu cukup tinggi. Bogor sebuah pengecualian. Di kota itu sepertinya tiada hari tanpa hujan. Bogor pun dikenal sebagai kota hujan. Penyebab lain dituding karena terjadi penggundulan hutan, penebangan liar, drainase yang sudah buruk tidak berfungsi.

Ada musim dan banjir lain yang tengah melanda kita. Hampir serempak di berbagai daerah dilaksanakan Pilkada. Minggu terakhir Oktober saja ada empat daerah di Sumut: Deli Serdang, Langkat, Dairi, dan Taput melaksanakan Pilkada.

Pilkada dan “pil-pil” yang lain (Pilkades, Pilcaleg, dan Pilpres) adalah musim banjir. Yang pertama, banjir janji. Para calon berkampanye menyampaikan visi dan misinya serta berdebat di televisi. Semuanya “merasa terpanggil” untuk “mengadakan perubahan”. Oleh karena itu, pilihlahlah saya. Andaikata saya “dipercaya” atau nantinya “terpilih” menjadi … saya berjanji akan…. Singkatnya, bersama sayalah baru beres. Akan tetapi, bukankah sulitnya untuk tidak berjanji sama sulitnya dengan menepati janji?

Yang kedua, banjir akronim atau singkatan kata. Pilkada adalah singkatan pemilihan kepala daerah. Baru sekaranglah kita baru memilih langsung. Bila kata langsung ikut dalam singkatan bisa jadi akronimnya Pilkadasung ataupun Pilkadal. Yang dipilih pasti Pilkadasung. Pilkadal terasa tidak enak. Masak pemilihan kadal? Kadal adalah sejenis binatang. Kadal yang hidup di pohon dapat bertukar warna sesuai tempatnya (mimikri) bernama bunglon. Orang yang tidak tetap pendirian, asal menguntungkan dirinya disebut bunglon. Masak kita memilih bunglon?

Akronim berbeda dengan singkatan kata, tetapi orang selalu menyamakannya. Memang beti (beda tipis). Akronim ialah singkatan berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan kombinasi huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata, misalnya tilang (bukti pelanggaran, rudal (peluru kendali). Kata radar dan laser adalah akronim. Radar (radio detecting and ranging) laser (light amplication by stimulated emission of radiation).

Singkatan kata ialah bentuk istilah yang tulisannya dipendekkan menurut tiga cara: 1) bentuk tulisannya terdiri atas satu huruf atau lebih, tetapi yang bentuk lisannya sesuai dengan bentuk istilah lengkapnya, misalnya cm yang dilisankan sentimeter, sinus dilisankan sinus; 2) istilah yang bentuk tulisannya terdiri atas satu huruf atau lebih yang lazim dilisankan huruf demi huruf, misalnya DDT (diklorodifeniltrikloroetana) dilisankan d-d-t atau TL (tube luminescent) dilisankan t-l; 3) istilah yang dibentuk dengan menanggalkan sebagian unsurnya, misalnya harian (berasal dari surat kabar harian) lab (berasal dari laboratorium). Perlu diketahui, jika dianggap perlu membentuk akronim perlu diperhatikan dua syarat: 1) jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia dan 2) mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

Dalam membuat akronim faktor enak didengar (eufonik) tampaknya yang lebih jadi acuan. Banyak kata yang muasalnya akronim tidak dirasakan lagi sebagai singkatan karena amat sering dipakai. Alah bisa karena biasa. Malahan ada singkatan dalam singkatan. Gambaran cara berpikir kita singkat dan suka sekali cari jalan pintas barangkali.

Ingat Syampurno? Singkatan yang dipakai pasangan H. Syamsul Arifin dengan Gatot Pujo Nugroho ketika menjadi cagubsu (lagi-lagi akronim). Menciptakan akronim untuk pasangan calon banyak dijumpai. Sebagi amsal, Pilkada Deli Serdang. Ada sembilan pasangan calon bupati dan wakilnya. Pasangan: AZAN (H. Amri Tambunan-Zainuddin Mars), PANTAS (T. Akhmad Thala’a-Satrya Yudha Wibowo), RUPAWAN (Ruben Tarigan-Dedi Irwansyah), AMANAH (H. Wagirin Arman-Hj. Chairiah Sudjono Giatmo), HADIPURA (Hasaidin Daulay-Putrama Alkhairi), KHASS (H. Sihabuddin-Surya Dharma), SURGO (Syaiful Anwar-Sugito), ANDICK (Suprianto- Dicky Zulkarnain), dan PRABU (Rabualam-Rahmad Setia Budi).

Seorang Bang Becak cerita. Dari cerita yang didengarnya dari orang yang bercerita yang katanya cerita itu berasal dari istri salah seorang calon wakil bupati, sang calon telah menghabiskan dana lebih 1 M. Ia geleng-geleng kepala. Kalau dia tahu berapa jumlah nolnya satu milyar mungkin gelengan kepalanya kalah kipas angin. Apa sih yang mereka cari, Pak? tanyanya.

Saya diam, tetapi berpikir. Jawabannya lebih-kurang begini. Namanya juga manusia. Makhluk yang tidak akan pernah puas. Mereka beruang. Punya duit. Sudah berduit ingin yang lain. Uang sendiri sudah berkuasa. Kalau digandengkan uang dengan kekuasaan tentu dunia dalam genggaman. Kuasa pangkat dua. Untuk meraihnya cara apa pun ditempuh. Semuanya berlabel halal.. Terbetiklah berita kemudian tidak sedikit sekolah mereka tidak jelas. Tidak jelas, tetapi ijazah punya. Ijazah aspal (asli tapi palsu). Ada yang terganjal karena itu. Ada yang sedang menikmati jabatannya baru ketahuan. Ada pula sampai akhir jabatan status ijazahnya tidak pernah jelas.

Kembali ke akronim. Seorang teman saya memang ahlinya. Malah menurut saya orang Medan memang jago soal itu. Ada saja akronim yang baru saya dengar kalau kumpul-kumpul. Lima tahun silam sebuah partai besar mengajak saya ikut sumbang-saran dalam rangka memenangkan pemilu. Kalangan akademisi dianggap potensial dan netral. Saya tawarkan beberapa teman berkaliber profesor sesuai kepakarannya berbicara dalam forum mereka. Seorang kenalan, profesor antropologi di Yogyakarta saya hubungi lewat telepon. Ia memang orang Medan. Sering dia ke Medan sebagai anggota kosgoro, katanya. Kosgoro maksudnya diongkosi negoro. Setiap ke Medan beliau tetap menghubungi saya karena saya adalah steering comitte-nya (nyetir mobil). Bagaimana kalau dia ada ke Medan mau menyempatkan diri memberi ceramah pada sebuah partai dalam rangka pemenangan pemilu?

”Kata kawan, sekarang banyak pemimpin yang ucok,” kata saya di telepon. Ucok akronim itu konon berasal dari teman itu.
“Apa itu?” tanyanya dari Yogya.
“Ucok: uang cukup otak kurang.”
Ia terbahak-bahak.
“Apa nggak salah. Uang cekak otak kurang?” sambungnya spontan.
Betul juga! Sudah kere bahlul pula.

TMI, 7 November 2008

Irwansyah, Dosen Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU)

Minggu, 23 November 2008

PENYERAHAN BANTUAN KAHMI

hari ini Minggu 23 Nopember 2008 jam 12.30 KAHMI Sumut dan Medan akan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran kampung Aur di Posko Peduli Kebakaran Multatuli Medan, (info dari arwin hrp)

Rabu, 19 November 2008

LEBIH JAUH DENGAN SAHAR L. HASAN









Ia terjun di dunia organisasi sejak jadi mahasiswa di Kupang. Tak disangka, putra Adonara ini dipercaya sebagai Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB) mendampingi sang ketua, MS Kaban yang kini Menteri Kehutanan RI.


SEJAK kuliah di jurusan Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tahun 1972, Sahar L Hassan sudah terjun dalam organisasi kemahasiswaan. Baik intra maupun ekstra universiter. Di Undana, misalnya, ia aktif di Komisariat Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Administrasi. Sekarang namanya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sedangkan di luar kampus, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang dan Perhimpunan Mahasiswa Flores Timur (Permaftim) Kupang.

“Tahun 1975 sempat bersaing merebut posisi ketua tetapi kalah dengan rekan sedaerah. Namanya, Lambert Tokan. Tapi, saya akhirnya dipercaya sebagai wakil ketua. Meskipun beliau saya kalahkan di Permaftim,” cerita Sahar mengenang masa-masa awal terjun dalam organisasi.

Posisi Wakil Ketua Komisariat Dewan Mahasiswa Fakultas Administrasi Niaga ternyata hanya bertahan sebulan karena pada Maret 1975, ia ikut bersaing merebut posisi Keua Dewan Mahasiswa Undana. Di luar dugaan, Sahar terpilih menjadi ketua periode 1975 - 1977. Nah, hingga tamat posisi itu tetap dipegangnya karena setelah itu lahir kebijakan tentang Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kampus (NKK/BKK).

Begitu juga di luar kampus. Pria kelahiran Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim) ini pernah menjadi salah satu ketua HMI Cabang Kupang periode 1977 – 1978. Kematangan organisasi semakin terasa sehingga ia berkesempatan mengikuti Konggres HMI XIII di Ujungpandang, Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 1979. Di luar dugaan, ia ditarik ke Jakarta untuk menempati posisi Wakil Sekjen Pengurus Besar HMI periode 1979 – 1981.

Sejak April 1979 Sahar pindah ke Jakarta untuk dilantik bersama-sama pengurus PB HMI lainnya. Setelah beberapa lama di Jakarta, pada Juli 1979 ia kembali merampungkan skripsinya dan meraih gelar sarjana. Pada 17 September 1979, Sahar kembali ke Jakarta. Sejak itu, ia memutuskan tinggal di Ibu Kota dan berjuang menata masa depannya.

Masuk Politik

Selepas dari HMI, Sahar juga aktif di sejumlah organisasi seperti KAHMI, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Al-Irsyad, dan lain-lain. Ia juga mulai terjun dalam politik dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Setelah meninggalkan PPP, ia masuk Partai Bulan Bintang (PBB) dan sempat menjabat wakil sekjen. Kemudian, saat berlangsung Muktamar I PBB di Jakarta tahun 2000, ia terpilih menjadi wakil ketua umum.

“Setelah Muktamar II PBB di Surabaya, saya dipercayakan sebagai sekretaris jenderal. Saya tidak tahu, apakah ini turun jabatan karena dari wakil ketua umum kemudian turun menjadi sekretaris jenderal. Bagi saya politik itu bagian dimensi pengabdian. Dalam bahasa agama, berpolitik juga tergolong ibadah. Karena itu, saya harus menggunakan nilai-nilai Islam dalam berpolitik,” ujar Sahar.

Pilihan untuk terjun dalam dunia politik praktis adalah panggilan hati. Pengaruh kuat ayahnya yang hanya seorang papalele (pedagang) dan Imam Masjid di Boleng, Pulau Adonara juga turut membentuk jiwa kepemimpinan Sahar. Ia mengaku, di hadapan orang-orang di kampung, ayahnya adalah figur yang selalu jadi panutan. Ayahnya sangat bijaksana dan selalu diterima masyarakat.

“Asal ada masalah, ayah menjadi tempat bertanya bagi warga kampung. Beliau menjadi problem solver. Kemudian ditambah lagi dengan kesungguhan menempah diri dan aktif di organisasi kampus dan luar kampus telah memungkinkan saya menapaki karier hingga mendapat kepercayaan seperti saat ini,” jelasnya.

Rupanya, selama masih mahasiswa ia sudah memegang teguh motto hidupnya: sukses dalam study, unggul dalam berorganisasi, dan insan pengabdi di hadapan Tuhan. Tak ayal, ia dunia organisasi dan pendidikan terus ia tapaki. Selain disibukkan dengan tugas-tugas di Partai Bulan Bintang, Sahar juga terus mengejar pendidikan. Kini ia tengah merampungkan kuliah S-2 di Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ).

Sekalipun sudah makan garam dalam jagad politik praktis tetapi usaha pengembangan intelektualitas pribadi bisa dilakukan secara otodidak. Hanya kadang kurang terfokus sehingga ia memilih kuliah satu bidang. “Kalau otodidak kan kita bisa belajar apa saja. Misalnya, kalau ada buku baru, ya kita baca. Padahal, kan terlalu luas. Karena itu, saya ingin kuliah yang spesial,” katanya beralasan.

Saling Pengertian

Sahar mengaku, antara tugas sebagai politisi dan kepala keluarga tak jadi masalah. Urusan keluarga juga sudah menjadi tanggung jawab bersama dengan istrinya yang juga seorang dosen. “Kita saling membangun kepercayaan dan membagi tugas. Alhamdulillah! Istri bisa memberikan pengertian kepada anak-anak. Kita sering bertukar pikiran dengan delapan anak kita. Anak kami lima laki-laki dan tiga perempuan. Yang sulung sedang menempuh studi Master Hukum Internasional di UI. Yang kedua, sudah bekerja di kantor Imigrasi Jakarta Pusat, dan ketiga hampir selesai S-1 Psikologi. Anak-anak yang lain masih kecil,” kata Sahar.

Menurutnya, keluarga merupakan basis penyemaian kasih sayang bagi anak-anak. Karena itu, meskipun ia sibuk tetapi kasih sayang, pendidikan, dan pendampingan kepada mereka tetap menjadi hal yang sangat penting. Sahar juga sempat menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi (PT) di Jakarta dan Jawa Barat. Ia pun sering menyebut dirinya dosen sapu jagat. Ia pernah menjadi Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nasional (Unas), Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Borobudur, Universitas Asyafia, dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan dosen Universitas Ibnu Chaldun Bogor.

Paling Kecil

Sahar Hassan menyelesaikan sekolah di SD Negeri Boleng dan SMP Negeri Lamahala di Adonara. Kemudian masuk SMA Suryamandala Waiwerang di Adonara. Saat di SMA ia tergolong siswa yang paling kecil tetapi dipilih jadi ketua kelas.

Kemudian kuliah di Undana Kupang. Tahun 1971, ia mengajar di SMA Swasthika Lewoleba, Lembata bersama beberapa teman seperti Stanis Uran dan Yosef Lelaona. Budaya Lamaholot yang menjunjung tinggi kesetiakawanan dan kerja keras selalu dipegangnya. Mungkin itu pula, ia mendapat kepercayaan sebagai Sekjen Partai Bulan Bintang. (Ansel Deri)

Sumber: FLORS POS edisi 17 – 24 Juni 2007

Minggu, 16 November 2008

INNALILLAHI WAINNAILAHI ROJI’UN

BERITA DUKA: TELAH BERPULANG KERAHMATULLAH SIANG HARI INI/MINGGU, 16 NOPEMBER 2008 ISTERI DARI BAPAK H. ALI SYAFRI TANJUNG (KORDINATOR PRESIDIUM KAHMI BINJAI). DIKEBUMIKAN LEPAS SHALAT ASHAR. ALAMAT DUKA JL. T. AMIR HAMZAH BINAI (INFO DARI SMS DARI MUAZUL SH, M.HUM)

CALEG

Oleh : Irwansyah

“Mau jadi anggota DPR? Boleh, asalkan dengar cerita ini.” Kata Kuntowijoyo. Dua kalimat itu merupakan kalimat pembuka cerpennya berjudul “Laki-laki yang Kawin dengan Peri”, salah satu dari tujuh belas cerpen pilihan Kompas 1995. Cerpen itu pula dijadikan judul bunga rampai cerpen itu.

Pak Kunto, kami mahasiswanya memanggilnya begitu, berpenampilan sederhana, murah hati, dan murah senyum. Tidak ada makalah kami jelek. Semua makalah kami mendapat pujian baik. Cuma ada yang kami tunggu dari Pak Kunto. Yaitu kata “tapi” dari mulut beliau. Sambil mengomentari makalah, “Tapi,” kata beliau, “kalau bagian ini ditambah” lalu beliau menyebut judul buku (bahasa Inggris), “kemudian bagian ini begitu juga ada rujukan untuk itu bukunya” lagi-lagi beliau menyebutkan sejumlah buku (lagi-lagi bahasa Inggris). Satu makalah yang dikomentarinya bisa sampai lebih dari dua puluh buku yang disebutnya dengan lancar. Yang lain khas Pak Kunto, yaitu kata “yaitu”. Saat menerangkan kata “yaitu…yaitu…” bagai peluru bertubi-tubi keluar dari mulut beliau. Iseng, teman saya menghitung dalam semenit ada 27 kata “yaitu…yaitu…yaitu” yang diucapkan Pak Kunto. Menurut saya, itu karena pikiran Pak Kunto tidak sejalan dengan ucapannya. Waktu dia sedang mengucapkan sesuatu, pikirannya sudah jauh meninggalkan mulutnya. Mulut dan pikirannya saling berkejaran. Cuma karena kata bergerak linier, maka kata “yaitu…yaitu…”lah yang muncul sebagai upaya mulut mengimbangi jalan pikirannya.

Pak Kunto hanya ucapannya saja tidak sejalan dengan pikirannya. Bukan ucapannya tidak sama dengan perbuatannya. Bukan seperti banyak orang yang tidak satu kata dengan perbuatan.

Masih mau juga jadi anggota DPR? Dengarkanlah cerita Pak Kunto.

Alkisah ada laki-laki tanpa keluarga bernama Kromo Busuk. Pada mulanya dia tinggal tenteram di sebuah desa. Ketenteraman terganggu sejak tetangganya bermenantu orang luar desa. Menantu tetangganya itulah biang kerok huru-hara penyebab penduduk desa menuduh Kromo berbau busuk.

Tuduhan itu bermula pada malam pengantin. Laki-laki itu menuduh istrinya bau busuk karena belum mandi dari pagi. Si istri bersumpah untuk menghadapi malam pertama itu sengaja dia mandi pakai sabun paling wangi. Tuduhan beralih pada ayah mertua. Ayah mertua tersinggung. Lebih baik tidak usah punya menantu kalau begitu. Beralih ke ibu mertua. Sumber bau bukan dari perempuan itu. Karena bau tidak juga hilang dari penciuman si menantu, tuduhan beralih ke tetangga dekat. Ayah mertua naik darah. Tiba-tiba datang orang dari Poskamling. Selidik punya selidik ketahuanlah sumber busuk berasal dari Pak Kromo.

Kromo yang tahu diri pindah ke pinggir desa. Meskipun Kromo sudah tinggal di pinggiran desa bau busuk tidak juga hilang. Akibatnya desa jadi seperti sarang hantu. Para gadis desa tidak laku. Pencuri berkeliaran malam hari. Malam bulan purnama juga sepi. Kromo bila malam hari pindah tidur di tengah sawah berbatu yang tidak dikerjakan orang karena angker. Satu malam tiba-tiba seorang wanita cantik menemui Kromo. Malam berikutnya Kromo kawin dengan wanita cantik itu. Orang coba mengintai Kromo. Mereka kehilangan jejak di sawah berbatu. Begitulah yang terjadi. Bila Kromo kesiangan, orang menemukannya sedang mendekap batu. Herannya bau tidak juga hilang. Suatu malam dua orang berkuda datang ke gardu ronda. Bertanya kenapa orang desa menghina Kromo padahal dia orang baik-baik. Penunggang kuda itu menghilang. Bau wangi segera menyebar tercium dimana-mana. Tahulah mereka Kromo sudah meninggal dunia. Jenazahnya raib dibawa ke dunia lelembut. Tiba-tiba warga desa merasa kehilangan Kromo. Sebagian merasa berdosa telah menyengsarakannya.

Kemudian terjadilah pageblug, wabah epidemi melanda desa. Pagi sakit, sore mati. Tidak pilih usia: balita, remaja, dan manula kena. Ibu-ibu kehabisan air usu. Segala usaha dicoba untuk menolak bala. Datanglah seorang kyai. Kata kyai warga kurang bersyukur dan bersedekah. Orang desa sepakat mengadakan kenduri dan mengaji layaknya menghormati orang yang sudah meninggal. Cerita menghilangnya Kromo simpang siur. Ada yang bilang dia sudah jadi pengawal istana di dunia peri. Ada yang bilang pernah berjumpa mengajaknya pulang. Kromo tidak bisa kembali ke dunia karena dia sudah terikat dengan “kontrak perkawinan”.

“Demikianlah cerita itu. Ibaratnya, jangan disia-siakan orang lemah, dia akan bekerja sama meski dengan siluman sekalipun”. Kuntowijoyo menutup cerpennya dengan dua kalimat itu.

Masih mau juga jadi anggota DPR? Sandek (pesan pendek) Pak Kunto: boleh saja, tapi jangan sakiti wong cilik. Yang ngibuli wong cilik biasanya kan wong cilik. Sekedar bekal tambahan dari muridnya. Bila jemaah calhaj (calon haji) kita banyak yang mengidap penyakit resiko tinggi (reski), maka jadi caleg termasuk reski. Sebab, pepatah “arang habis besi binasa” tergelincir jadi “uang habis hutang menanti pula”.

TMI, 14 Nopember 2008

Penulis adalah Dosen Fakultas Sastra USU

Sabtu, 15 November 2008

INNALILLAHI WAINNAILAHI ROJI’UN

TELAH BERPULANG KERAHMATULLAH ALUMNI HMI DRG SYAIFUL AHYAR MATONDANG. RUMAH DUKA DI JL. PASAR MERAH GG MESJID NO 1. INSYA ALLAH DIKEBUMIKAN BESOK/ MINGGU/16 NOPMBER 2008 SETELAH SHALAT ZUHUR. (SMS DARI DRG M. SAHBANA)

TEMU CALEG ALUMNI HMI DAN

DISKUSI REGULER KAHMI MEDAN

DI HOTEL GARUDA PLAZA

Tadi malam, Jumat/14 Nopember 2008 bertempat Convention Hall Hotel Garuda Plaza, Majelis Daerah KAHMI Medan mengadakan Temu Caleg Alumni HMI dan Diskusi Reguler KAHMI Medan. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan diskusi yang secara regular dilaksanakan oleh KAHMI Medan dengan berbagai topik yang sebelumnya telah dilaksanakan.

Dalam kata pengantarnya Kordinator Presidium KAHMI Medan, Ir. Murlan Tamba, MM mengungkapkan bahwa diskusi malam ini membicarakan dua isu pokok yang menarik yaitu etika politik dan pemanfaatan teknologi informasi. KAHMI Medan melihat bahwa etika politik dan teknologi informasi merupakan bagian penting dalam strategi memenangkan persaingan. Kita berharap bahwa diskusi ini akan memberikan hasil yang positif bagi alumni HMI yang berjuang pada pemilu nanti.

Hadir pada diskusi ini H. Hasnil Basri Siregar, SH (Ketua Majelis Penasehat KAHMI Sumut), H. Mayasyak Johan, SH (Wakil Ketua Komisi III DPR RI), Drs. H. Abdul Azis Angkat, MSp (Ketua DPRD Sumut yang baru terpilih), Prof. Dr. Urip Harahap, (Ketua Majelis Pakar MD KAHMI Medan), H. Rusdi Lubis, SH, MMA (Kordinator Presidium KAHMI Sumut). Para senioren alumni HMI seperti Ir. Ansar M. Noor,MM, Ir. Syaiful Amri TH, Drs. Irwansyah OK, Asrul Kidam dan lain-lain.

Para caleg diperkenalkan oleh salah seorang Presidium KAHMI Medan, Drs Ansari Tarigan kepada peserta pada malam itu antara lain Nilam Sari Harahap (PKB), Isfan Dahrian Nasution (PKS), Drs. H. Adi Munasip, MM, Hapcin Suhairy, SE,Ak, MSi, Ir. Tirmizi, Drs. Arwin Harahap, MSi (PAN), Drs Adil Sirait, Drs Jafaruddin Harahap, Aja Sahri (PPP), Dr. Ir. Masri Sitanggang (PBB), Irwansyah Hasibuan, Sani (GERINDRA), Reza Fahrumi Tahir, Nuzuliaty, SE, Fenty Iska SH, MKn, Sri Rahayu (Golkar), Syafaruddin SH (BARNAS) dan lain-lain hampir semua partai cukup ramai alumni HMI yang berjuang sebagai caleg hadir malam tersebut termasuk para caleg yang masih muda-muda dari alumni HMI dari PBR.

Dalam kesempatan ini hadir para calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia antara lain Prof. Dr.Ir. Hj. Darmayanti Lubis (Ketua Kaukus Perempuan Sumatera Utara) dan Ir. Husni Husin, MS

Prof. Dr, Muhammad Zarlis, Ketua Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi KAHMI Medan menekankan bahwa kemajuan IT sangat cepat berubah dari waktu ke waktu, bagi caleg harus mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. Para caleg misalnya dapat menggunakan website untuk menyampaikan pokok-pokok pikirannya.

Sementara itu dalam paparan Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis, MA. Dekan Fakultas Syariah IAIN Sumut, mengungkapkan tentang berbagai syarat dalam menjalankan etika politik, kita bisa berbeda dalam hal fiqh tidak dalam syariat. Bagi para caleg harus memenuhi berbagai syarat etika yang didasarkan kepada ketentuan-ketentuan Islam termasuk dalam konsepsi kepemimpinan dalam Islam.

Ahmad Taufan Damanik menekankan kepada para caleg untuk agar lebih mengenali tentang karakateristik para pemilih, tentunya pendekatan yang ditempuh akan berbeda. Perlu mendalami berbagai perubahan yang terjadi. Partai besar tidak menjamin akan menang, sangat tergantung kepada kemampuan individual caleg tersebut, jadi tidak bisa hanya mengandalkan nama besar dari partai tersebut.

Dalam diskusi yang cukup dinamis dan hangat tersebut direspon oleh peserta diskusi. Ir. Ansar M. Noor mengungkapkan bahwa rakyat akan melihat ideologi partai, platform dan program kerja partai tersebut. Sementara itu Reza Fahrumi Tahir berharap bahwa para caleg mampu menafaatkan teknologi informasi dalam memasarkan idenya. Misanya bagi saya, di daerah pilihan Deli Serdang yang secara geografis berbeda bagaimana cara pendekatan yang tepat dalam menyampaikan pesan-pesan kepada konstituen yang sangat berbeda secara geografis tersebut. Turut memberikan komentar dalam diskusi tersebut Rosman (Koperasi KAHMI Deli Serdang), H. Rusdi Lubis SH, MMA, Drs. H. Abdul Azis Angkat, MSp, Vera, dan lain-lain.

Disela-sela acara tersebut Kordinator Presidium KAHMI Medan, Ir. Murlan Tamba, MM mengungkapkan bahwa diskusi ini akan dilanjutkan di masa mendatang yang lebih menekankan kepada diskusi spesifik yaitu dengan cara mengelompokkan bagi caleg, misalnya caleg untuk DPR Pusat, caleg DPRD Sumut, caleg DPRD Kota Medan. Kita akan meminta masing-masing membawa kertas kerja mengenai satu isu tertentu misalnya sebagai caleg DPR RI kita minta pandangannya dalam halk sesuatu isu menarik dan perspektifnya kepada Propinsi Sumatera Utara, demikian pula pada strata berikutnya DPRD Sumut dan Medan.

Pada diskusi yang menarik ini dihadiri oleh unsur Pengurus MW KAHMI Sumut, seperti Sekum Muazul, SH, M.Hum dan MD Medan, Presidium KAHMI Medan Syahruzal Yusuf SH, Kordinator Presidium Forhati Medan Ir. Nely Armayanti MSP, Sekretaris Umum Ir. Irwan Bahri MD KAHMI Medan Sugih Permono, Zahirsyah, Drg. M. Sahbana (Bendahara Umum), sekaligus sebagai Kordinator/PO acara diskusi ini. Drs Abdul Karim Nasution (Ketua LAZIS KAHMI Medan) Ir. Elvi H. (Bendahara LAZIS)

Diskusi yang dipandu oleh moderator Dadang Darmawan, S.Sos, MSi, Presidium KAHMI Medan yang di awal pengantar diskusi menyebutkan bahwa diksusi ini selain menyangkut apresiasi KAHMI terhadap dinamika politik, forum ini tidak terlepas merupakan media silaturrahim sesama caleg alumni HMI. Forum ini ditutup pada pukul 23. 15 WIB dan diteruskan silaturrahim sesama alumni HMI yang diperkirakan dihadiri lebih dari 200 orang.

STRESS OR BEBAN....

email dari Vie

Bukan berat Beban yang membuat

kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut...

-By Stephen Covey-

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,

Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:

"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.

"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa

lama anda memegangnya. " kata Covey. "Jika saya memegangnya selama 1

menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya

akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus

memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama

saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan

mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.." lanjut Covey.

"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat

sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita

secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini,

tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi

besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak

jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya

dan memanfaatkannya. ..

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak

dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita...

*Start the day with
smile and have a good day* 
 *Don't forget to pray
before you start your day*  
 
-Jens Lehmann-   

JANGAN JADI GELAS

Kiriman dari Elvi


Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya yang belakangan ini wajahnya selalu tampak murung. "Kenapa kau selalu murung, Nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Kemana perginya wajah bersyukurmu?"


"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya.", jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambillah segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu." Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.


"Coba ambil segenggam garam dan masukkan ke segelas air itu.", kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.", lanjut gurunya.


Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin. "Bagaimana rasanya?", tanya Sang Guru.


"Asin dan perutku jadi mual.", jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.


Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan. "Sekarang kau ikut aku.". Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat tinggal mereka.


"Ambil garam yang tersisa dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

"Sekarang, coba kau minum air danau itu.", kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau dan membawanya ke

mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali!", kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.

"Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya. Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"Tidak sama sekali.", kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak.", kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu.Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."

Si murid terdiam, mendengarkan. "Tapi, Nak, rasa asin dari penderitaan yang kau alami itu sangat tergantung dari kebesaran hati yang menampungnya.

Jadi, Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu menjadi sebesar danau."

Jumat, 14 November 2008

EKONOMI ISLAM ANTAR SYARIAH DAN FIQH

WASPADA ONLINE

Friday, 14 November 2008 06:23 WIB
Oleh Nur A. Fadhil Lubis

Saat ini, perkembangan ekonomi syariah menunjukkan geliat meningkat, ditandai dengan menjamurnya lembaga ekonomi syariah melalui produk perbankan, asuransi, pasar modal, lembaga keuangan mikro dan seterusnya. Data terakhir menyebutkan terdapat tiga bank syariah dalam bentuk bank umum (BUS), dan hampir seluruh lembaga bank konvensional membuka double windows dalam bentuk unit usaha syariah (UUS).

Perkembangan ini juga dikuti dengan pengundangan dan berbagai regulasi yang mengatur perjalanan industri ekonomi syariah. Tahun 2006 DPR mensahkan UU No. 3 tentang Peradilan Agama yang mengakomodir penyelesaian sengketa ekonomi syariah, demikian juga pengundangan tentang perbankan dan surat berharga syariah nasional (SBSN) melalui UU No. 19 dan 21 Tahun 2008.

Selain itu, geliat perkembangan ekonomi syariah tak hanya terjadi pada negara muslim atau berbasiskan muslim, namun lembaga ekonomi syariah telah berdiri dan berkembang berbagai negara yang notabenenya sekuler. Sebut saja, Inggris, Jerman, AS, Jepang dan seterusnya.

Data di atas menunjukkan perkembangan yang menggembirakan kita semua. Namun dalam perkembangannya, tak jarang orang masih melihat industri syariah secara sinis dan menyatakan sama saja dengan ekonomi biasa (baca: konvensional). Demikian juga terjadi perbedaan dalam mekanisme akad yang digunakan oleh lembaga keuangan syariah itu sendiri. Ironisnya, masing-masing lembaga mengklaim bahwa lembaga yang menerapkan ekonomi syariah. Kondisi ini dapat menjadikan keraguan dan atau menciptakan kebingungan bagi sebagian orang tentang eksistensi, keunggulan dan keabsahan ekonomi syariah itu sendiri. Pertanyaannya, mengapa terjadi perbedaan pendapat dan pelaksanaan dalam satu produk ekonomi syariah? Apakah sistem ekonomi syariah itu berbeda dan bermacam-macam?

Syariah dan Fiqh
Dalam Islam ada dua (2) terma yang terkadang mirip untuk tidak menyebut selalu dipahami sama yakni antara syariah dan fiqh. Kedua kata tersebut seringkali dianggap sama persis yakni hukum Islam. Benar, di satu sisi bahwa keduanya adalah sama yakni hukum. Namun, sesungguhnya antara syariah dan fiqh adalah dua hal yang berbeda.

Terjadinya perbedaan pendapat para ulama dalam menetapkan suatu hukum disebabkan perbedaan pemahaman dalam melihat sumber hukum. Dalam hukum Islam terdapat sumber hukum (mashdar). Sumber hukum utama (mashdar alawwal) dalam Islam adalah Al Quran, diikuti hadis Nabi Muhammad Saw sebagai penjelas dari Al Quran. Seluruh wahyu yang diturunkan Allah Swt itulah yang disebut dengan syariat Islam. Oleh karena berasal dari satu sumber (baca: Allah), maka sifat syariat tidak berubahubah, persis seperti apa yang diturunkan Allah kepada RasulNya.

Pertanyaannya, mengapa hukum Islam berubahubah dan berbeda-beda? Nah, dalam konteks inilah hukum Islam dipahami sebagai fiqh. Fiqh secara bahasa diartikan ‘alfahm' yang artikan faham, atau pemahaman. Yakni hasil pemahaman melalui tafsiran terhadap wahyu ilahi dalam dimensi praktis. Dengan kata lain, fiqh adalah hasil pemahaman terhadap syariat yang diturunkan Allah. Jika syariah bersifat tetap, fiqh bersifat berubah-ubah, dan sering berbeda-beda. Mengapa berbeda dan berubah-ubah? Sebab, tidak setiap orang mempunyai tingkat pemahaman yang sama dalam menafsirkan atau mengambil (istimbath) hukum dari syariat tadi.

Sebagai hasil pemahaman terhadap syariah, maka sudah lumrah terjadinya perbedaan pendapat dan dalam menetapkan hukum (itsbat alhukm). Perbedaan dalam menetapkan hukum dilatarbelakangi beberapa faktor. Pertama, tingkat pemahaman dan keluasan wawasan pengambil hukum (mujtahid). Kedua, kondisi yang melingkupi dan melatarbelakangi saat hukum ditetapkan. Ketiga, tempat dimana hukum tersebut ditetapkan.

Untuk mengambil pemamahan dari syariat (Al Quran dan Al Sunnah) tentu memupunyai tata cara atau pisau yang digunakan sebagai alat untuk mengambil hukumnya. Banyak jenis alat yang digunakan dalam mengambil hukum tersebut, ada yang disebut dengan Al Marsalah Mursalah, Istihsan, Istishab, Syarumanqablana, Saad Azzari, dan seterusnya. Dan fiqh tersebut juga menyebar dalam bentuk dan jenisnya, seperti fatwa, qada, qaul, hakam, qanun dan seterusnya yang mempunyai sifat tersendiri.

Antara Syariah dan Fiqh
Konsep Islam tentang ekonomi sangat jelas telah disyariatkan Allah Swt. Syariat tentang ekonomi terdapat dalam Al Quran sebagai pedoman dalam melakukan muammalat dalam ranga memenuhi kebutuhan dan survive hidup manusia. Puluhan ayat berbicara tentang ekonomi. Ayat-ayat ekonomi dalam Al Quran disebut dengan syariat dan tidak akan berubah. Nah, pemahaman terhadap ayat dalam dimensi praktis dan aplikatifnya adalah domainnya fiqh. Syariah dalam ekonomi adalah menetapkan prinsip-prinsip dasar yang menjadi acuan dalam melakukan hal yang praktis.

Pengharaman Allah terhadap riba dalam Al Quran adalah salah satu prinsip yang harus ditaati secara mutlak. Bagaimana pengertian riba dan jenis-jenisnya tergantung penafsiran kita masing-masing. Demikian juga ketika Allah memerintahkan untuk menuliskan (faktubuuh) dalam setiap transaksi yang tidak tunai adalah bentuk syariat. Nah, bagaimana mekanisme atau cara yang menurutkan manusia efektif dan efisien untuk melakukan pencatatan terhadap transaksi tergantung pada pemahaman dan faktor lainnya seperti kemajuan teknologi. Apakah itu dengan sistem pencatatan biasa, atau sistem akutansi bahkan sistem akutansi modern sekalipun.

Paling tidak ada tiga prinsip dasar dalam ekonomi syariah yang menjadi patokan dalam melaksanakan aktivitas ekonomi. Pertama, setiap transaksi tidak boleh mengandung unsur ketidakjelasan (gharar). Ekonomi syariah mensyaratkan kejelasan setiap transaksi yang dilakukan, baik itu menyangkut subjek hukum, objek hukum, sistem kontrak (akad) dan semua hal yang menyangkut kontrak tidak dibolehkan samar atau tidak jelas. Persoalan bagaimana bentuk yang jelas tergantung masing-masing orang atau badan usaha, tempat dan waktu. Kedua, setiap transaksi tidak mengandung unsur gambling (maisir). Ekonomi syariah tidak mengenal ekonomi yang bersifat tidak pasti, nasib-nasiban, atau untung-untungan. Semuanya harus terukur tanpa ada faktor untung-untungan. Persoalan bagaimana mekanismenya tergantung kepada kesepakatan, tempat dan waktu. Ketiga, tidak mengandung unsur riba. Riba adalah mekanisme transaksi yang sangat dilarang dan dicerca dalam Islam.

Karenanya, dalam melihat hukum sebagai fiqh tidak perlu terjadi persakralan terhadap sebuah pendapat dari siapapun. Sebab, hukum yang diambilnya berdasarkan pemahaman, latar belakang dan tempat.

Dalam konteks ekonomi Islam, bahwa perbedaan pendapat terhadap sebuah produk dan instrumen ekonomi adalah sesuatu yang lumrah. Sebab, perbedaan cara pandang terhadap syariah tentang ekonomi yang terdapat dalam sumber hukum utama (mashadir alawwal). Oleh karena itu, tidak dibenarkan mensakralkan teori ekonomi tertentu atau pendapat seseorang, sebab itulah yang menjadi pemahamannya. Apalagi dalam lingkup muammalat dibolehkan melakukan improvisasi selama tidak melanggar prinsip dasar yang terdapat dalam syariat (AlAshlu Fi alAsya AlIbahah)

Teori siapapun bahkan dari bukan orang Islam sekalipun yang selama ini menjadi pemuja sistem kapitalis adalah sistem ekonomi syariah selama tidak melanggar prinsip-prinsip yang ada dalam syariah Islam. Keluasan dalam hubungan muamalat ini, termasuk ekonomi menjadikan syariat islam tetap actual, terbuka dan up to date sepanjang zaman dalam rangka menjadikan umat yang berkeadilan dan sejahtera. (AlIslam sholihun li zaman wa makan). Wallahualam.

Penulis adalah Dekan Fakultas Syariah IAIN SU Medan

Kamis, 13 November 2008

KAHMI MEDAN DISKUSI DENGAN CALEG ALUMNI HMI

ETIKA POLITIK DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI

KAHMI Medan akan mengadakan diskusi dengan alumni HMI yang sekarang ini sebagai caleg dari berbagai partai politik. Diskusi akan diadakan pada hari Jumat/14 November 2008 jam 19.30 WIB di Convention Hall Hotel Garuda Plaza Lt II, Jl. Sisingamangaraja Medan. Kegiatan ini merupakan kepedulian KAHMI Medan kepada rekan-rekan alumni HMI yang sekarang berjuang secagai calon legislatif di berbagai partai politik, baik itu dim tingkat Kota Medan, Sumut dan DPR Pusat. Diperkirakan peserta diskusi alumni HMI yang sekarang sebagai caleg mencapai 150 orang. Sebagai nara sumber tentang etika politik dan perkembangan politik oleh Prof Dr Nur Ahmad Fadhil Lubis MA dan Ahmad Taufan Damanik. Sementara itu sebagai nara sumber diskusi pemanfaatan tekonologi informasi oleh Prof. Dr. Muhammad Zarlis, Ketua Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi KAHMI Medan. Sebagai moderator Dadang Darmawan, S.Sos, MSi, Presidium KAHMI Medan yang sekaligus pengamat politik di Sumatera Utara.

Dalam temu pers KAHMI Medan, Rabu/12 November 2008 di Sekretariat KAHMI Medan, Ir. Murlan Tamba, MM Kordinator Presidium KAHMI Medan mengungkapkan bahwa dialog ini selain menyangkut etik politik yang harus ditegakkan bagi setiap alumni HMI, juga dalam dialog ini bagi caleg yang berasal dari alumni HMI yang ada di hampir semua kekuatan partai politik dapat menggunakan kemajuan teknologi informasi sebagai bagian kekuatan pemasaran politik atau kampanye. Kekuatan ini disebut sebagai softpower. Salah satu yang menarik adalah membangun website, sms centre, weblog yang secara mudah dapat dibangun dan tentunya ini bagian dari peran dari Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi KAHMI Medan. Kita berharap kepada semua alumni HMI yang sekarang lagi konsentrasi berkenan datang ke acara diskusi ini dengan membawa laptop. Diharapkan pada sesi diskusi IT ini KAHMI Medan akan memberikan latihan singkat secara on line sebab hotel ini punya fasilitas hot spot atau WIFI bagaimana membangun weblog. Kemudian untuk selanjutnya dapat secara bersama berkonsultasi dengan Lembaga IT KAHMI Medan untuk membangun yang lebih sempurna dan dapat diupdate terus menerus.

Ditambahkan oleh Syahruzal Yusuf, SH, Presidium KAHMI Medan bahwa kita berharap ada semacam kepercayaan masyarakat bahwa kalau alumni HMI itu sebagai anggota legislatif nanti maka orang sudah tahu pasti beretika, santun dan lain-lain yang bersifat nilai positif. Kita berharap bahwa cap seperti itu melekat kepada semua alumni HMI.

Kemudian untuk memeriahkan acara ini kepada caleg juga diperkenankan memakai atribut partai masing-masing, media kampanye yang sudah dimiliki selama ini demikian Isfan Dahrian Nasution menambahka, salah satu Presidium KAHMI Medan yang hadir.

Turut hadir pada temu pers selain Presidium KAHMI Medan Ir. Irwan Bahri (Sekretaris Umum), Zahrisyah (Sekretaris) , Sugih Permono (Sekretaris), Abdul Karim Nasution (Ketua LAZIS Kahmi Medan), Drg. Sahbana (Bendahara Umum KAHMI Medan) Ir. Elvi A. (Wakil Bendahara KAHMI Medan), dan lain-lain.

Juga disampaikan bahwa temu pers ini juga sebagai undangan resmi kepada seluruh alumni HMI kiranya berkenan menghadiri acara tersebut, juga bukan hanya kepada caleg alumni HMI.

Sabtu, 08 November 2008

KAHMI MEDAN MENYUMBANG KOMPUTER KE PANTI ASUHAN BANI ADAM













Kordinator Presidum KAHMI Medan, Ir. Murlan Tamba, MM menyerahkan komputer kepada Wakasek SMA Bani Adam, Asnal Khairy SPd

















Kahmi Medan berphoto bersama dengan Wakasek SMA dan Yayasan Bani Adam
dari kiri ke kanan, Ir. Elvi, Ir. Yeni Siregar, Pulungan (Yayasan), Dra Nilam Sari, Asnal Khairy SPd, Ir. Murlan Tamba, MM, Dadang Dermawan, S.Sos, MSi, Ir. Irwan Bahri, Zahirsyah, Drg Syahbana


















Murid Panti Asuhan Bani Adam melihat Komputer sedang dioperasikan

MD Kahmi Medan sebagai bagian organisasi intelektual yang peduli terhadap pendidikan, merasa terpanggil untuk peningkatan mutu pendidikan di Panti Asuhan Bani Adam, Mabar Medan. Demikian sambutan Kordinator Presidium KAHMI Medan Ir. Murlan Tamba, MM dalam acara penyerahan 1 set computer kepada SMA Bani Adam, Sabtu/08 Nopember 2008.

Sebagai tindak lanjut silaturahim idul fitri KAHMI Medan pada tanggal 26 Oktober 2008 di Panti Asuhan Bani Adam, KAHMI Medan menyumbangkan 1 set computer kepada SMA Bani Adam di Medan. Acara yang dihadiri oleh Pengurus MD KAHMI Medan teridiri dari Kordinator Presidium KAHMI Medan Ir. Murlan Tamba, MM, Dadang Dermawan S.Sos (Presidium), Ir. Irwan Bahri (Sekretaris Umum), Drg Syahbana (Bendahara Umum), Zahirsyah (Sekretaris), Nilam Sari Harahap (Presidium Forhati Sumut), Ir. Elvi (Bendahara LAZIS KAHMI Medan), Ir. Yenni Siregar, (Sekretaris Koperasi KAHMI Sejahtera).

Kegiatan ini diharapkan di masa mendatang dapat ditingkatkan, terutama dalam hal partisipasi KAHMI Medan dalam perbaikan sarana dan prasarana sekolah di Panti Asuhan ini. Kegiatan ini tidak terlepas dari LAZIS Kahmi Medan yang saat ini banyak dibantu oleh alumni HMI. Kita berharap di masa mendatang bahwa para muzakki alumni HMI lebih aktif lagi untuk memperhatikan pendidikan umat, demikian harapan Kordinator Presidium KAHMI Medan.

Dalam sambutannya Wakil Kepala Sekolah SMA Bani Adam, Asnal Khairy SPd, menyambut baik atas perhatian KAHMI Medan. Kami tidak menyangka bahwa KAHMI Medan dalam waktu 2 minggu setelah acara Silaturrahim Idul Fitri lalu telah mewujudkan permohonan kami untuk memperoleh komputer dalam rangka peningkatan mutu sekolah kami. Kami berharap ke depan KAHMI Medan terus dapat membangun silaturrahim dengan Panti Asuhan Bani Adam, demikian harapan dari Wakasek SMA Bani Adam tersebut.

Setelah acara penyerahan komputer, Pengurus KAHMI Medan melihat berbagai fasilitas sekolah yang memang sungguh memprihatinkan, terutama fasilitas utama proses belajar mengajar. Dalam waktu dekat KAHMI Medan secara khusus akan mengirimkan tim survei identifikasi sarana prasarana yang sungguh memperihatinkan tersebut.

Jumat, 07 November 2008

"KISAH YANG MUNGKIN NYATA"

oleh elvi


Seperti biasa saya sehabis pulang
kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat.
Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung shalat.

Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan
tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat
di muka saya.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan
tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depanku.

Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat
bertanya.... .siapa dia...tiba2 saya m eras a
dada saya sesak... sulit untuk bernafas....

namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.

Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku......
terus berjalan.... . kekerongkonganku. ...sakittttttttt ........sakit. .....
rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,... . Oh Tuhan ! ada apa
dengan diriku.....

Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar
dari tubuhku...

kkhh........ .khhhh... .. kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit

Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku gemetar... peluh keringat
mengucur d eras .... mataku
terbelalak.. ...air mataku seolah tak berhenti.

Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku
melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu...pergi. ..berlalu begitu
saja....hilang dari pandangan.

Namun setelah itu......... aku m eras a
aku jauh lebih Ringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya.

Aku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2
terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada seseorang yang
terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin
kulitnya membiru. siapa dia???????.. . Mengapa anak2 & istriku memeluknya
! sambil menangis... mereka menjerit...histeris ...terlebih istriku seolah
tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi...

Siapa dia......... ....????? ???

Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.. .. dia........dia.
......dia mirip dengan aku....ada apa ini Tuhan...???? ????

Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul
anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.

Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak... ..tapi
mereka seolah tak mendengarkan aku seolah mereka tak melihatku...

Dan mereka terus-menerus menangis.... aku sadar..aku sadar bahwa orang
misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati...aku telah mati.

Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis.... berteriak. .....

Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama
hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak
yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.

Tapi waktuku telah habis....... masaku telah terlewati... . aku sudah tutup
usia pada saat aku

terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.

Sungguh
bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja,
beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat
menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum ibadah.

Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca
E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia.

Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa &
berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada
keadaan yang lebih siap.

Tidak Ada Perpecahan di KAHMI Sumut

October 28, 2008 oleh ANTARA Sumut
Kategori: Politik

Medan, 28/10 (ANTARA) - Ketua Dewan Penasehat Kesatuan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut, Hasnil Basri Siregar, SH menyatakan tidak ada perpecahan antar alumni HMI di daerah itu meski ada dua kepengurusan KAHMI.

“KAHMI Sumut tidak pecah, yang ada hanya perbedaan konsep dan cara dalam memberikan konstribusi terhadap peran keumatan,” kata Siregar dalam acara halal bihalal Presidium KAHMI Sumut di Medan, Senin malam.

Sebelumnya, terdapat dua kepengurusan KAHMI Sumut, yakni KAHMI Sumut Presidensial di bawah kepemimpinan Raden “Romo” Syafii dan KAHMI Sumut Presidium di bawah kepemimpinan Rusdi Lubis.

Menurut Siregar, kondisi itu terjadi karena tingginya dinamikan dan demokratisasi di tubuh KAHMI, sebagaimana diajarkan ketika masih menjadi aktivis HMI.

Tingginya dinamika itu, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah anggota KAHMi di Sumut menyebabkan banyak pula konsep yang dimunculkan dalam menjalankan peran keumatan.

Ia mencontohkan, KAHMI Sumut Presidensial di bawah kepemimpinan Raden “Romo” Syafii melaksanakn peran keumatan dengan selalu menyantuni dan memberikan beasiswa bagi anak kurang mampu.

Demikian juga dengan KAHMI Sumut Presidium di bawah kepemimpinan Rusdi Lubis yang mendirikan Bank Syariah Insan Cita guna memberikan kemudahan pinjaman usaha kepada masyarakat.

Dengan fakta itu, terbukti KAHMI Sumut tidak pecah, hanya berbeda konsep dan cara dalam menjalankan peran keumatan, kata mantan Dekan Fakultas Hukum USU itu.

Meski demikian, kata Siregar, pihaknya akan berupaya agar perbedaan konsep itu dapat disatukan guna mensinergikan kekuatan KAHMI di Sumut.

***1***
B/Z003
(T.PK-WAN/B/Z003/Z003) 28-10-2008 09:22:31)

PROFIL INDRA PILIANG

PROFIL

Anak Kampung, Anak Kota

Anak Kampung, Anak Kota Indra Jaya Piliang lahir di Pariaman, Sumatera Barat, pada 19 April 1972. Ayahnya bernama Boestami dengan gelar Datuak Nan Sati. Suku ayahnya Koto. Sementara ibunya bernama Yarlis dari suku Piliang. Koto dan Piliang adalah rumpun suku utama di Minangkabau. Lareh Koto Piliang adalah sistem sub-budaya dalam budaya Minangkabau yang didirikan oleh Datuk Ketumanggungan, menganut sistem aristokrasi militeristik dalam pengambilan keputusan dan pemerintahan tempo doeloe, sebagaimana disebut dalam wikipedia. Lareh ini berbeda dengan Bodi Chaniago yang lebih egaliter dan demokratis yang dikembangkan oleh Datuk Perpatih Nan Sebatang.

Ayah dan ibunya memiliki tujuh orang anak, enam laki-laki dan satu perempuan. Nama-namanya adalah Achmad Busra, Zaenul Bahri, Yunas Setiawan, Mardiyah Hayati, Benni Perwira dan Akbar Fitriansyah. Indra adalah anak ketiga.

Indra menikah dengan Faridah Thulhotimah, putri pasangan Syamsul Bachri dan Syamsiah. Syamsul adalah keturunan dari suku Yogyakarta dan Betawi, sementara Syamsiah adalah keturunan suku Sunda. Faridah memiliki satu kakak, Hadi Suwarman. Faridah adalah lulusan Jurusan Ilmu Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Keduanya memiliki dua orang putra, Afzaal Zapata Abhista (21 Juni 2003) dan Fadha Dang Sati Ababil (03 April 2008).

Indra menamatkan kuliah di Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Selanjutnya ia meneruskan kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Selama kuliah, ia aktif dalam Studi Klub Sejarah dan pernah menjadi Ketuanya. Pernah juga menjadi Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Fakultas Sastra UI dan pengelola Tabloid Ekspresi FS-UI. Di tingkat UI, Ia aktif pada majalah Suara Mahasiswa UI, Senat Mahasiswa UI, Senator Badan Perwakilan Mahasiswa UI, Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya dan pernah ikut latihan marching band Madah Bahana. Ia juga sempat menjadi redaktur pelaksana Surat Kabar Kampus Warta UI.

Indra pernah maju sebagai calon Ketua Senat Mahasiswa UI periode 1995-1996. Namun dia kalah oleh Kamaruddin. Metode pemilihannya adalah secara langsung, termasuk dengan kampanye terbuka dan debat kandidat. Pada masa kampanye itulah ia bertemu dengan Faridah yang waktu itu menjadi Panitia Pemira (Pemilihan Raya) Senat Mahasiswa UI. Ia kalah, tetapi berhasil menggondol pialanya.

Sebagai aktifis kampus, Indra juga menjadi pendiri dan Sekjen Pertama Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Indonesia (IKAHIMSI) periode 1995-1997. Ia juga tercatat sebagai pendiri Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) bersama Ubaidillah, Henky, Danar, dll. Ia juga pernah tercatat sebagai Koordinator Wilayah A (Sumatera dan Jawa) Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Indonesia (FKSMI) yang dibentuk di Universitas Mulawarman, Samarinda, pada 1995. Dalam organisasi intra kampus, Ia juga sempat aktif di Forum Amal dan Studi Islam (Formasi) Fakultas Sastra UI, yakni sebagai Ketua Badan Pertimbangan (Majelis Syuro). Indra juga tercatat sebagai anggota dan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Depok.

Dalam organisasi-organisasi kemahasiswaan itulah Indra mendapatkan teman, sahabat dan juga musuh dan lawan. Sebagai aktifis, ia bepergian ke pelbagai tempat, bersidang, berdebat dan merumuskan pikiran-pikiran khas kemahasiswaan. Begitulah. Dan tiba-tiba ia menemukan diri sebagai seorang penulis, peneliti dan analis, terutama untuk bidang-bidang politik. Namun, kecintaannya kepada kampung halaman dan sikap kritisnya atas kota, juga muncul dalam tulisan-tulisannya. Ia mulai menggeluti masalah-masalah Aceh dan Papua, bahkan juga tertarik mengeksploirasi Bali dan Riau. Dalam aspek yang lebih luas, ia meminati masalah-masalah yang berkaitan dengan otonomi daerah.

Ketika mahasiswa, ia dikenal memiliki sikap anti-kemapanan. Sesuatu yang dianggap kekiri-kirian atau kemerah-merahan. Tetapi ia juga dianggap kehijau-hijauan. Ia terkadang lebih suka disebut seperti semangka: hijau diluar, merah di dalam.

Kamis, 06 November 2008

BIODATA ALUMNI HMI

1. Didik J. Rachbini

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Prof. Dr. Didik Junaidi Rachbini (lahir di Pamekasan, Jawa Timur, 2 September 1960; umur 48 tahun) adalah seorang tokoh Partai Amanat Nasional yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR RI untuk masa bakti 2004-2009.

Propinsi Asal: Jawa Timur
Distrik: Jatim V
Agama: Islam
Istri: Dr Ir Yuli Retnani
Anak: Eisha; Fitri; Imam

Pendidikan

  • S1 IPB (1983)
  • S2 Msc. Central Luzon State University Filipina (1988)
  • S3 Ph.D Central Luzon State University Filipina (1991)

Pengalaman Kerja

  • Asisten dosen IPB (1982-1983)
  • Dosen IPB (1983-1985)
  • Peneliti LP3ES, Jakarta, (1985-1994)
  • Konsultan FAO (1990-1991)
  • Kepala Program Peneliti LP3ES (1991-1992)
  • Wakil Direktur LP3ES (1992-1994)
  • Dosen Universitas Nasional (1993-1994)
  • Konsultan UNDP (1993-1995)
  • Direktur INDEF (1995-2000)
  • Pembantu Rektor I, Univ Mercu Buana Jakarta (1997)
  • Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (1993-sekarang)
  • Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana (1995-1997)
  • Pendiri dan Pengajar di Universitas Paramadina Mulya (1995-sekarang)
  • Dosen Program Magister Manajemen UI dan MPKP UI(1998-sekarang)

Pengalaman Organisasi

  • Ketua HMI Cabang Bogor (1982-1983)
  • Ketua Pengurus besar HMI (1984-1985)
  • Pengurus Pusat ICMI (1995-2000)
  • Pengurus Pusat HA IPB (1998-2003)
  • Pengurus Pusat PERHEPI (1997-2001)
  • Anggota ISEI (1990-sekarang)
  • Anggota KKPU (1999-2003)
  • Anggota Majelis Pendidikan Tinggi Nasional (1998-2003)

DR. IRWAN PRAYITNO, MSC


Nama: Dr. Irwan Prayitno, MSc

Lahir : Jogjakarta, 20 Desember 1963
Kewarganegaraan : Indonesia
No Paspor : H275302
Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku Bangsa : Minang
Agama : Islam
Isteri : Hj. Nevi Zuairina
Anak :
1. Jundy Fadhlillah
2. Wafiatul Ahdi
3. Dhiya'u Syahidah
4. Anwar Jundi
5. Atika
6. Ibrahim
7. Shohwatul Ishlah
8. Farhana Irwan
9. Laili Tanzila

PENDIDIKAN:
1970-1976 Sekolah Dasar Negeri 4, Kebon Baru, Cirebon
1976-1979 Sekolah Menengah Pertama 1, Padang
1979-1982 Sekolan Menengah Atas 3, Padang
1982-1988 Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi, Jakarta
1995-1996 Universiti Putra Malaysia, MSc in Human Resource Development
1996-2000 Universiti Putra Malaysia, PhD in Training Management

PEKERJAAN:
Anggota DPR - RI Periode 1999 – 2004
Ketua Komisi VIII DPR-RI
Konsultan Managemen SDM
Dosen Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta.

PENGALAMAN KERJA
1982-1988 Guru SMA Swasta, Jakarta (SMA P.B. Sudirman dan SMA Fathiyyah).
1982-1993 Bisnis perdagangan (buku dan pakaian jadi. P.O. Wafi Collection).
1982-1985 Konselor pendidikan, Lembaga Nurul Fikri, Jakarta.
1984-1988 Asisten peneliti, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Jakarta.
1985-1988 Konselor sekolah SMA P.B. Sudirman, Jakarta.
1986-1988 Asisten konsultan psikologi (Human Resources) Maeutika Jakarta.
1988-1994 Psikolog di Lembaga Konsultansi Psikologi Dasa Mitra Mandiri, Padang.
1988-1995 Konsultan Human Resources di beberapa perusahaan (part timer).
• PT. Semen Padang
• PT. AK Jasa Raharja, Padang
• PT. Elektrindo, Padang
• PT. Astra Motor, Padang
• PT. Sumbarin Mercedez Benz, Padang
• PT. Pan Java, Co. Coca Cola.
• BPKP Sumbar
• BRI Sumbar Riau
• BTN Sumbar
• PT. Telekom Jakarta
1988- 1997 Konsultan dan Psikolog di LPK Konsultansi ADZKIA (full timer).
1988- 1995 Direktur LPK Konsultansi ADZKIA, Padang.
1991- 1994 Dosen Psikologi Industri, AKABAH Bukit Tinggi.
1991 -1995 Dosen Luar Biasa (Kuliah Psikologi Industri) FMIPA, Universitas Andalas, Padang.
1990-1995 Komisaris C.V. Islahi, Padang.
1992-1994 Sekretaris Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia, Cabang Sumatra Barat.
1990-1995 Trainer di Yayasan Pendidikan Islam Cendekia dan Yayasan AI-Madani,Padang.
1994-1995 Dosen Psikologi Anak, PGTK-PGTQ ADZKIA, Padang.

ORGANISASI
1. 1980- 1982 Pengurus OSIS SMA 3 Padang.
2. 1982 -1986 Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta.
3. 1984- 1986 Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komisariat F.Psikologi UI.
4. 1985 -1986 Pengurus Senat Mahasiswa F.Psikologi UI, Jakarta.
5. 1986 -1987 Pengurus Badan Perwakilan Mahasiswa F. Psikologi UI, Jakarta.
6. 1988 -1995 Pendiri dan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Cendikia Padang.
7. 1990 - Skrg Pendiri dan Pengawas Yayasan Pendidikan dan Dakwah Al- Madani Padang.
8. 1990- 1995 Anggota Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia, Sumbar.
9. 1992- 1995 Anggota World Assembly Muslim Youth (WAMY) Indonesia.
10. 1992-1995 Anggota Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Padang.
11. 1999- Sekarang Ketua DPP Partai Keadilan
12. 2000-2005 Ketua Bidang Pengembangan Wilayah/Satuan dan Mekanisme Kerja Organisasi Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat

BUKU:
Seri Pendidikan Islam
1. Ma'na Asy-Syahaadatain
2. Ma'rifatullaah
3. Ma'rifah Ar-Rasuul
4. Ma'rifah Al-Islaam
5. Ma'rifah Al-Insaan
6. Ma'rifah Al-Qur'aan
7. Al-Ghazw Al-Fikri
8. Hizb Asy-Syaithaan
9. Qadhaayaa Ad-Da'wah/Al-Ummah
10. Al Haq Wa Al-Baathil
11. Takwiin Al-Ummah
12. At-Tarbiyah al-Islaamiyah Al-Harakiyah
13. Fiqh Ad-Da'wah
14. Membentuk Kepribadian Muslim
15. Kepribadian Muslim
16. Kepribadian Dai
Seri Pendidikan Anak
1. Ajaklah Anak Bicara
2. Ketika Anak Marah
3. 24 Jam Bersama Anak
4. Membangun Potensi Anak

BUKU AKAN TERBIT
1. Seri Pendidikan Pengembangan (3 Buku)
2. Seri Pendidikan Anak (3 Buku)
3. Seri Pendidikan Masyarakat (3 Buku)

RISET:
1987 Persepsi Dan Sikap Pembeli (sebagai asisten peneliti, di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia).
1988 Disonansi KognitIf Pada Mahasiswa Alumni Pesantren Terhadap Metode Pengajaran Di Perguruan Tinggi Umum (sebagai peneliti, di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia).
1991 Kiat Tepat & Siswa Menembus UMPTN (sebagai peneliti di LPKK ADZKIA, Padang).
1993 Modifikasi Tes Minat Terhadap Pemilihan Jurusan di PTN (sebagai peneliti di LPKK ADZKIA).
1994 Pola Hubungan Pasangan Suami-Istri Muda, (sebagai peneliti di Yayasan Al-Kahfi, Padang).
1995 Suatu Studi Kasus di PORIM, mengenai :
• Perlaksanaan Sistem Kompensasi
• Perlaksanaan Analisa Jabatan
1996 Hubungan Personaliti Belia dengan Disiplin Ibu Bapa (sebagai peneliti dan pelajar)
1996 Perbedaan Personaliti Belia SMU Padang (sebagai peneliti dan pelajar)
1996 Kajian Kualitatif: Socially Sensitive Research to International Student in UPM (sebagai peneliti dan pelajar)
1998 Model Pengembangan Sumber Manusia di Industri. Suatu Kajian Literatur Konsep Diri Pelajar Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam (sebagai peneliti dan dosen di Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam/IPI)
1998 Budaya Membaca di Kalangan Pelajar Sekolah Menengah Kajang (sebagai peneliti dan dosen di Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam/IPI)
1998 Disiplin Ibu Bapa dan Hubungan Ibu Bapa dengan Anak (sebagai peneliti dan dosen di Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam/IPI)
1998 Peranan Pendidikan Prasekolah Islam di TADIKA ABIM sebagai peneliti dan dosen di Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam/IPI)
1999 Pengukuran Psikologi dan Aplikasinya dalam Aktiviti Pembangunan Sumber Manusia
1999 Membangun Pengukuran Psikologi : Inteligensi, Minat dan Personaliti
1999 Aplikasi Pengukuran Psikologi di dalam Industri

KARYA TULIS:
1. Irwan Prayitno, Strategi Menembus UMPTN. LPKK Adzkia, Padang, 4 April 1992.
2. Irwan Prayitno, Sebab Munculnya Gangguan Pada Diri Remaja dan Cara Mengatasinya , LPKK Adzkia, 25 Okt. 1992.
3. Irwan Prayitno, Peranan Industri Makanan dan Perilaku Masyarakat dalam Memenuhi Gizi Keluarga, DEPKES, Padang, 25 Nov.1992.
4. Irwan Prayitno, Wanita Karir. Konflik dan Alternatif Pemecahannya, IBI dan Organisasi Wanita, Padang, 15 Des. 1992.
5. Irwan Prayitno, Motif Berumahtangga dan Rumah Tangga Ideal, DPD KNPI, Sumatera Barat, l6 Januari 1993.
6. Irwan Prayitno, Peranan dan Tanggung jawab Mahasiswa, F.K. Robbani, Universitas Andalas, 3 Feb.1993
7. Irwan Prayitno, Peran Guru BP di Tengah Era Kompetitif Pendidikan dan Era Globalisasi, SKR-BKKBN, Sumbar, 12 Feb.1993.
8. Irwan Prayitno, Kiat Menjatuhkan Pilihan yang Tepat di UMPTN LPKK Adzkia, 2 Juli 1993.
9. Irwan Prayitno, Managemen TPA/MDA. BKPMI, Sumbar, 5 Nov.1993.
10. Irwan Prayitno, Peranan Generasi Muda sebagai SDM dalam mengisi PJPTII,AKKES, DEPKES, Sumbar, 11 Nov.1993.
11. Irwan Prayitno, Generasi Muda dan Kehidupan Berkeluarga, SMF Syariah, lAINImam Bonjol, Padang, 13 Nov.1993.
12. Irwan Prayitno, Pengaruh Globalisasi Informasi Terhadap Kehidupan Pemuda, IKIP Padang, 2 Des. 1993.
13. Irwan Prayitno, Sikap dan Usaha Peningkatan Kepedulian Masyarakat Terhadap Penyandang Cacat, YPAC, SUMBAR, 29 Jan.1994.
14. Irwan Prayitno, Achievement Motivation Training, Darul Hikmah, Lampung, 5 Juni 1994.
15. Irwan Prayitno, Program Strategi Menembus UMPTN, LPKK Adzkia, Padang,6 Agustus 1994.
16. Irwan Prayitno, Perang Intelektual di Tengah Kehidupan Kampus, lAIN Imam Bonjol Padang, 12 September 1994
17. Irwan Prayitno, Masa Anak Mewarnai Masa Dewasa, YARSI, Bukit Tinggi, 22 Okt. 1994.
18. Irwan Prayitno, Urgensi Pendidikan Masa Anak dan Pra Lahir dalam Mengantisipasi Pendidikan Masa Berikutnya, S.M.F. Tarbiyah, lAIN Imam Bonjol, Padang, 12 Nov.1994.
19. Irwan Prayitno, Kiat Sukses Mengakrabkan Anak dengan Islam. PT Indosat. Medan 18 Nov.1994
20. Irwan Prayitno, Tantangan dan Tanggung Jawab Mahasiswa di Era Globalisasi, Fak.Teknik, Universitas Sumatra Utara, Medan, 19 Nov.1994.
21. Irwan Prayitno, Pentingnya Managemen dalam Dakwah, Wafi Coll., Padang, 4 Des.1994.
22. Irwan Prayitno, Tentang Keputrian: Problematika, Pemecahan dan Pemfungsian, Wafi Coll., Padang, 6 Des. 1994.
23. Irwan Prayitno, Persiapan Dini Menghadapi Ujian, LPKK Adzkia, 7 Des. 1994.
24. Irwan Prayitno, Revitalisasi Peranan Wanita S.M.F. MIPA Universitas Andalas,Padang, 27 Des. 994.
25. Irwan Prayitno, Politik Zionis Terhadap Negara Berkembang, YPD Al-Madani,Padang, 2 Jan. 1995.
26. Irwan Prayitno. Jamaah Dakwah Islamiyah Sebagai Organisasi Pendidikan Pengembangan. Fakulti Pendidikan UPM, 1996
27. Irwan Prayitno. Prinsip dan Amal Pendidikan Pengembangan di dalam Sirah Nabawiyah. Fakulti Pendidikan UPM, 1996
28. Irwan Prayitno. Akhlaq Da'I (pengembangan) pada Diri Rasulullah SAW. Fakulti Pendidikan UPM, 1996
29. Irwan Prayitno. Program Latihan Pengembangan Sikap Positif di BRI. Fakulti Pendidikan UPM, 1996
30. Irwan Prayitno. Perbandingan Teori-Teori Perkembangan Kerjaya Fakulti Pendidikan UPM, 1996
31. Irwan Prayitno. Penilaian Psikologi di Dalam Perkembangan Kerjaya. Fakulti Pendidikan UPM, 1996
32. Irwan Prayitno. Falsafah dan Konsep Pengujian dan Pengukuran dalam Bimbingan dan Kaunseling Fakulti Pendidikan UPM, 1996
33. Irwan Prayitno. Problem Kehidupan Wanita Bekerja. Fakulti Pendidikan UPM, 1996
34. Irwan Prayitno. Kursus Kerjaya Bagi Pelajar-Pelajar Sekolah Menengah. Fakulti Pendidikan UPM, 1997
35. Irwan Prayitno. Profil Personaliti Belia SMU Padang. Fakulti Pendidikan UPM, 1997
36. Irwan Prayitno. Laporan Aktiviti Kaunselor di PT Semen Padang. Fakulti Pendidikan UPM, 1997
37. Irwan Prayitno. DPR Lembaga Kontrol bukan Oposisi, Republika, 3 Desember 1999
38. Irwan Prayitno. Isu Suap dan Korupsi Anggota DPR, Republika, 24 Desember 1999
39. Irwan Prayitno. Kenaikan Listrik dan BBM, Siapa yang menjerit? Tabloid Tekad No.17/Tahun II 28 Februari - 5 Maret 2000
40. Irwan Prayitno. Subsidi, Penghematan Konsumsi dan Kenaikan Harga BBM, Kompas, 12 April 2000
41. Irwan Prayitno. Beban Rakyat di Balik Kontrak Listrik Swasta, Republika
42. Irwan Prayitno. Dilema Kenaikan Tarif Listrik. Republika
43. Irwan Prayitno. Bagaimana Mengadopsi Ketentuan Protokol Keamanan Hayati dalam Peraturan/Perundang-undangan di Indonesia, Seminar Yayasan Kehati, 30 Agustus 2000
44. Irwan Prayitno. Menghadapi Kenaikan Harga BBM, Republika, 16 September 2000
45. Irwan Prayitno. Pengelolaan Energi Nasional untuk Kemakmuran Rakyat Menuju Pasar Listrik Kompetisi, Seminar PLN PJB I, 28 September 2000
46. Irwan Prayitno, Indonesia Today, Seminar Trends in Indonesia: Visions for Indonesia Future, ISEAS, 4 Mei 2001
47. Irwan Prayitno. Tanggapan terhadap Pelaksanaan Propenas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Rapat Kerja Teknis Renstra 2002 - 2004 Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pengendalian Dampak Lingkungan, Kantor Menneg LH, 5 Juni 2001
48. Irwan Prayitno, Masa Depan Industri Pertambangan dalam Era Otonomi Daerah, Diskusi Pertambangan Kongres Ikatan Alumni Tambang ITB 2001, Aula Barat ITB, Bandung 29 Juni 2001
49. Irwan Prayitno. Legislative Role of the Indonesian House of Representatives in Indonesia's Legal Reform - An Overview of the Energy Sector, Seminar Houston Energy Dialogue 2001, Bimasena dan Konsul Jenderal RI di Houston, Houston, USA 24 September 2001
50. Irwan Prayitno, Urgensi dan Peran Teknologi Informasi dalam Pendidikan Islam, Seminar Nasional Musabaqoh Al-Qur'an Nasional Telkom 2002, Implementasi Ahlaq Qur'ani, Bukittinggi, 11 Maret 2002
51. Irwan Prayitno, Indonesia and the Future of Islam, Panel Dialogue, The Future of Indonesia's Islam: The Quest for an Equilibrium, Institute of Defense and Strategic Studies, Singapura, 17 Juni, 2002.
52. Irwan Prayitno, Menelisik Benefit LNG Tangguh, Media Indonesia, 30 Oktober 2002
53. Irwan Prayitno, Kenaikan Harga dan Peran DPR, Republika, 16 Januari 2003
54. Irwan Prayitno, Kebijakan Legislatif terhadap Good Governance, Diskusi Interaktif I Good Governance Sektor Ketenagalistrikan, Bimasena, Jakarta, 27 Januari 2003

SEMINAR/LOKAKARYA/TRAINING
1. Training Competency-Based Economics Through The Formation of Entrepreneurs(CEFE), GTZ Federal Republic of Germany, Technonet Asia (Singapore), 19 Desember1990 - 25 Januari 1991, sebagai peserta.
2. Seminar Strategi Menembus UMPTN, LPKK Adzkia, Padang, 4 April 1992, sebagai pembicara.
3. Seminar Psikologi Remaja, LPKK Adzkia, 25 Okt. 1992, sebagai pembicara.
4. Seminar Sehari dan Temu Ahli Dalam Rangka Hari HPS, DEPKES, Padang, 25 Nov.1992, sebagai pembicara.
5. Ceramah ILMIAH IBI dan Organisasi Wanita, Padang, 5 Des. 992, sebagai pembicara
6. Seminar Sehari Manajemen Rumah Tangga, DPD KNPI, Sumatera Barat, 16 Januari 1993, sebagai pembicara.
7. Seminar Sehari F.K. Robbani, Universitas Andalas, 3 Feb.1993, sebagai pembicara.
8. Lokakarya Pengembangan SKR-BKKBN, Sumbar, 12 Feb.1993, sebagai pembicara.
9. Seminar UMPTN, LPKK Adzkia, 2 Juli 1993, sebagai pembicara.
10. Assesment Centre Training, 7-8 Agustus, Jakarta 1993 , sebagai peserta
11. Lokakarya Penglola TPA/MDA, BKPMI, Sumbar, 5 Nov.1993, sebagai pembicara.
12. Ceramah Ilmiah Penyuluhan HKN Ke 29, AKKES, DEPKES, Sumbar, 11 Nov.1993, sebagai pembicara.
13. Seminar Sehari Generasi Muda dan Kehidupan Berkeluarga, SMF Syariah, lAIN Imam Bonjol, Padang, 13 Nov.1993, sebagai pembicara.
14. Seminar Sehari Tentang SDM Mahasiswa, IKIP Padang, 2 Des. 1993, sebagai pembicara.
15. Seminar Meningkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Penyandang Cacat, YPAC, SUMBAR, 29 Jan.1994, sebagai pembicara.
16. Training of Trainer Achievement Motivation Training, Depnaker Padang, 7-12 Februari 1994, sebagai peserta
17. Training of Trainer Training Management Pengusaha Kecil, Depnaker Padang, 21-26 Februari 1994 sebagai peserta.
18. Training Management Supervision, Depnaker Padang, 7-12 Maret 1994, sebagai peserta.
19. Training Total Quality Control, Depnaker Padang, 4-9 April 1994, sebagai peserta.
20. Lokakarya Peningkatan Motivasi, Darul Hikmah. Lampung, 5-8 Juni 994, sebagai pembicara/pelatih.
21. Training Managemen Baitul Mal wa Al- Tamwil, Jakarta 5-8 Juli 1994, sebagai peserta
22. Seminar UMPTN, LPKK Adzkia, Padang, 6 Agustus 1994, sebagai pembicara.
23. Ceramah Iimiah, IAIN Imam Bonjol Padang, 12 September 1994, sebagai pembicara
24. Seminar Ilmiah Populer HUT RSI YARSI, Bukit Tinggi, 22 0 kt 94, sebagai pembicara.
25. Seminar Sehari Pendidikan Anak, S.M.F. Tarbiyah, lAIN Imam Bonjol, Padang, 12 Nov.1994, sebagai pembicara.
26. Ceramah Ilmiah Bulanan, P.T. Indosat, Medan l8 Nov.1994, sebagai pembicara.
27. Ceramah Ilmiah,Universitas Sumatra Utara, Medan, 19 Nov.1994, sebagai pembicara.
28. Seminar UMPTN, LPKK Adzkia, 7 Des. 1994, sebagai pembicara.
29. Seminar Hari Ibu, SM.F. MIPA Universitas Andalas Padang, 27 Des. 994, sebagai pembicara.
30. Training Pengembangan Sikap Positif. BRI Diklat Bagian Sumatra 1995 dan 1996, sebagai pelatih.
31. Training Peningkatan Motivasi TIMES, Kuala Lumpur, Ipoh, Penang, Kelantan, Johor, Melaka, N. Sembilan dll tahun 1997-1998, sebagai pembicara
32. Training Peningkatan Motivasi dan Keislaman, KIBAR United Kingdom 15-31 Desember 1998, sebagai pembicara.
33. National Democratic Institution. Training tentang Code of Etics DPR-RI, Hilton Jakarta, 28 Februari 2000, sebagai peserta
34. Dialog Kesempatan Terakhir Presiden Gus Dur : Merubah Sikap atau Dimundurkan, Forum Dialog Masyarakat Madani, Jakarta, 5 Agustus 2000, sebagai pembicara
35. Seminar Pemasyarakatan Protokol Keamanan Hayati, Yayasan Kehati, Jakarta, 30 Agustus 2000, sebagai pembicara
36. Seminar Sehari Pengembangan Bisnis Ketenagalistrikan Menuju Pasar Kompetisi, PLN PJB I, Surabaya, 28 September 2000, sebagai pembicara
37. Exclusive Roundtable Discussion Kewenangan Propinsi Riau dalam Pengelolaan CPP BLOK, Himpunan Pelajar Mahasiswa Riau, Jakarta, 18 Nopember 2000, sebagai pembicara
38. Dialog Publik Kebijakan Pencabutan Subsidi BBM dan Pengaruhnya terhadap Ekonomi Indonesia, Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya, Jakarta, 22 Maret 2001, sebagai pembicara
39. Seminar Mencari Figur Pemimpin Ideal sebagai Solusi Krisis Keteladanan, STAN, 28 Maret 2001, sebagai pembicara
40. Talk Show Kenaikan Tarif Dasar Listrik : Antara Kebutuhan dan Resistensi dari Rakyat, Radio Tri Jaya FM, Jakarta 26 April 2001, sebagai pembicara
41. Seminar Trends in Indonesia : Visions for Indonesia Future, Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS), Singapore, 4 Mei 2001, sebagai pembicara
42. Seminar Nasional Tarifikasi Energi Listrik yang Adil Berdasarkan Kerangka Pikir Enjiniring dan Pengaruhnya Pada Pengembangan Industri, ITB, Bandung, 9 Mei 2001. sebagai pembicara
43. Seminar Nasional Tarif Dasar Listrik 2001 (TDL - 2001) yang Ekonomis, Adil dan Wajar, Fakultas Teknologi Industri ITS dan Energy Studies and Assessment Center (ESAC), Surabaya, 21 Mei 2001, sebagai pembicara.
44. Talk Show Defisit APBN, Utang Luar Negeri dan Kontroversi OPIC, Indonesia Corruption Watch, Jakarta, 28 Mei 2001, sebagai pembicara
45. Dialog Ekonomi dan Bisnis Bersama Faisal Basri MA Pengurangan Subsidi BBM dan Kenaikan TDL : Realisasi dan Dampaknya bagi Perekonomian Rakyat, 99,5 FM, Jakarta, 28 Mei 2001, sebagai pembicara
46. Rakernas Rapat Kerja Teknis Renstra 2002-2004 Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pengendalian Dampak Lingkungan, Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, Jakarta, 5 Juni 2001, sebagai pembicara
47. Talk Show Wawasan Ristek, APBN Ristek, TVRI-KMNRT, Jakarta, 11 Juni 2001, sebagai pembicara
48. Diskusi Interaktif Percepatan Pemanfaatan Energi Terbarukan di Indonesia, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Jakarta, 13 Juni 2001, sebagai pembicara
49. Diskusi Panel Peran Partai Politik Islam dalam Penyelesaian Krisis Bangsa, PB HMI, Jakarta, 20 Juni 2001, sebagai pembicara
50. Diskusi Pertambangan Kongres Ikatan Alumni Tambang ITB 2001, Masa Depan Industri Pertambangan dalam Era Otonomi Daerah, Aula Barat ITB, Bandung 29 Juni 2001, sebagai pembicara
51. Diskusi Panel Membongkar Paradigma Transformasi Sumber Daya Blok CPP bagi Masyarakat Riau demi Pemerataan, Kemakmuran dan Keadilan, Himpunan Pelajar Mahasiswa Riau (Hipemari), Jakarta, 15 Juli 2001
52. Seminar dan Panel Diskusi Dampak Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa dengan Sistem Kontrak Outsourcing di Kontraktor Production Sharing terhadap Perusahaan Nasional/UKM, Forum Komunikasi Perusahaan Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pertamina dan Kontraktor Production Sharing, Jakarta, 18 Juli 2001, sebagai pembicara
53. Diskusi Panel Sehari Refleksi Masa Kini sebagai Umpan Balik Dalam Menyongsong BPPT 2010, BPPT, Jakarta, 22 Agustus 2001
54. Diskusi Panel Pengaruh Undang-Undang Migas terhadap Pengembangan Eksplorasi dan Eksploitasi Migas, Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Trisakti, Jakarta 3 September 2001, sebagai pembicara
55. Seminar Houston Energy Dialogue 2001 (HED 2001), Responding to Legal Reforms in Indonesia's Energy Sector, Bimasena dan Konsul Jenderal RI di Houston, Houston, USA 24 September 2001, sebagai pembicara
56. 117th OPEC Konference, Vienna, Austria, 26 September 2001, sebagai Anggota Delegasi Indonesia
57. Dialog Publik Kebijakan BBM 2001, Lingkaran Studi Meridian, Jakarta, 11 Oktober 2001, sebagai pembicara
58. Petroleum & Gas Management Meeting, The Implications of UU Migas 2001 on National Petroleum & Gas Industries, DPP Yayasan Hemat Minyak dan Energi (Yahemie), Jakarta 19 Oktober 2001, sebagai pembicara
59. Todays Dialogue Metro TV, Manajemen Demo yang Santun, Jakarta 23 Oktober 2001, sebagai pembicara
60. Seminar Sehari dan Talkshow, Meningkatkan Daya Tarik Investasi dalam Menghadapi Krisis Listrik di Indonesia, PT Indonesia Power, Jakarta, 24 Oktober 2001, sebagai pembicara
61. Dialog TVRI, Tarif Dasar Listrik 2001, Jakarta 31 Oktober 2001, sebagai pembicara
62. Workshop Produksi dan Pemanfaatan Batubara di Indonesia pada Era Globalisasi, Masyarakat Batubara Indonesia, Jakarta, 5 Nopember 2001, sebagai pembicara
63. Baitul Arqom Ramadhan, Wawasan Spiritual: Manajemen Kalbu dalam Islam, STIE Ahmad Dahlan, Jakarta, 1 Desember 2001, sebagai pembicara
64. Studi Islam Eksekutif, Agenda Kepemimpinan Umat dalam Era Reformasi, Badan Dakwah Islamiyah (BDI) Pertamina Balikpapan, Balikpapan, 2 Desember 2001, sebagai pembicara
65. Sarasehan Munas API (Asosiasi Panasbumi Indonesia) IV, Tarif Regional dan Desentralisasi Fiskal, API, Jakarta, 20 Desember 2001, sebagai pembicara
66. Bincang Sabtu, Wajah Politik Indonesia 2002, Radio Trijaya FM, Jakarta, 22 Desember 2001, sebagai pembicara
67. Luncheon Talk, Prospek Industri Hilir Migas di Era UU Migas Baru, Lemigas, Jakarta, 6 Pebruari 2002, sebagai pembicara
68. Seminar "The National Electrical Meeting", Regulasi di Sektor Ketenagalistrikan, Antara Kepentingan Bisnis, Kemampuan Konsumen dan Arah Kebijakan, Carissa Specta Kreasi, Jakarta, 20 Februari 2002, sebagai pembicara
69. Monthly Gathering, Arah Kebijakan Pertambangan dan Migas Indonesia dari Perspektif DPR, Puri Consulting, Jakarta, 7 Maret 2002, sebagai pembicara
70. Seminar Nasional Musabaqoh Al-Qur'an Nasional Telkom 2002, Implementasi Ahlaq Qur'ani, Bukittinggi, 11 Maret 2002, sebagai pembicara
71. Seminar Nasional, Restropeksi Empat tahun Usia Reformasi, Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana UGM, Yogyakarta, 27 April 2002, sebagai pembicara
72. Bedah Buku, Menjadi Pemimpin Efektif Dan Berpengaruh, dan Menjadi Pribadi Sukses, Masjid Arif Rahman Hakim UI, Jakarta, 12 Mei 2002
73. Panel Dialogue, The Future of Indonesia's Islam: The Quest for An Equilibrium, Institute of Defence and Strategic Studies, Nanyang Technological University, Singapura, 17 Juni 2002 , sebagai pembicara
74. Forum Komunikasi SDM XIV/2002 Pertamina Direktorat Manajemen Production Sharing (Pertamina Dit. MPS) - Kontraktor Production Sharing (KPS) dan Rapat Dewan Konsorsium Pendidikan Pertamina - KPS tahun 2002, Meningkatkan Kualitas Pengembangan SDM Nasional Menghadapi Industri Migas Dalam Era Globalisasi Serta UU Migas Yang Diperbaharui, Surabaya, 4 Juli 2002, sebagai pembicara
75. Di Ambang Fajar SCTV, Pengawasan Penegakan Hukum Lingkungan, 16 Juli 2002, sebagai pembicara
76. Dialog Lativi Wacana, Harga Jual Elpiji di Indonesia, 16 Oktober 2002, sebagai pembicara
77. Dialog Indonesia Baru, Menghancurkan Lingkungan Menuai Bencana, TV SWARA, 22 Oktober 2002, sebagai pembicara
78. Today's Dialogue Metro TV, Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM, 30 Oktober 2002, sebagai pembicara
79. Kupas Tuntas Trans TV, Sosialisasi Kenaikan TDL, 31 Oktober 2002, sebagai pembicara
80. Dialog, Membangun SDM yang Berkualitas Melalui Kopentensi Spiritual, Jamaah Da'wah Islamiah PT PLN Unit Bisnis Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, 31 Oktober 2002, sebagai pembicara
81. Dialog TVRI, Kenaikan BBM dan TDL, 13 Januari 2003, sebagai pembicara
82. Dialog Metro TV, Kenaikan BBM dan TDL, 14 Januari 2003, sebagai pembicara
83. Dialog Liputan 6 Sore SCTV, Kenaikan BBM dan TDL, 15 Januari 2003, sebagai pembicara
84. Dialektika Demokrasi, Kerjasama Koordinatoriat Wartawan MPR/DPR RI, TV SWARA, IFES dan RRI, Tarif BBM, TDL dan Telepon Disesuaikan atau Dibatalkan, Jakarta 24 Januari 2003, sebagai pembicara
85. Diskusi Interaktif I Good Governance Sektor Ketenagalistrikan, Pelaksanaan Good Governance di Sektor Ketenagalistrikan, Bimasena, Jakarta, 27 Januari 2003, sebagai pembicara
86. Silaturahim Tokoh dalam Qiyamullail, Muhasabah dan Doa Bersama, Persatuan Umat Islam: Apa dan Bagaimana, Jakarta, 31 Januari 2003, sebagai pembicara.


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)